Pilantrokopi Coffee Shop Hadir di Padang, Hilirisasi Produk Kopi Solok Sirukam
Pilantrokopi Coffee Shop yang merupakan hilirisasi produk kopi Solok Sirukam telah hadir perdana di Kota Padang, Sumatera Barat. Beralamat di Jalan..
Penulis: Rima Kurniati | Editor: Fuadi Zikri
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pilantrokopi Coffee Shop yang merupakan hilirisasi produk kopi Solok Sirukam telah hadir perdana di Kota Padang, Sumatera Barat.
Beralamat di Jalan Batang Kampar, Kawasan Gor Haji Agus Salim Kota Padang, kafe berkonsep indoor dan outdoor ini resmi dilaunching hari ini, Jumat (18/8/2023).
Direktur program Dompet Dhuafa, Bambang Suherman mengatakan kafe ini rangkaian program pemberdayaan Dompet Dhuafa Singgalang terhadap petani kopi Solok Sirukam yang telah dimulai sejak enam tahun lalu.
Baca juga: Kisah Inspiratif, Dyan Rintis Bisnis Coffee Shop di Kota Padang: Keisengan yang Membuahkan Hasil
Program tersebut telah mampu meningkatkan kualitas maupun kuantitas produk kopi petani, namun dalam pelaksanaannya tantangan besar ialah serapan pasar.
Untuk menjawab tantangan tersebut, hadirlah Pilantrokopi Coffee Shop guna mengenalkan dan memasarkan produk kopi petani Solok Sirukam.
"Kemampuan kita untuk membawa produk ke pasaran itu masih menjadi tantangan, pelan-pelan sejak dua tahun lalu kita ekspansi termasuk hari ini dengan kafe. Karena bagian hilir pemberdayaan itu pasar," ujar
Bambang Suherman, di sela-sela launching cafe tersebut.
Bambang menambahkan, hadirnya Pilantrokopi Coffee Shop akan sangat membantu untuk menyejahterakan petani.
Lanjutnya, sebab hasil riset pihaknya menunjukkan, apabila pemberdayaan petani kopi hanya di wilayah hulu saja, seperti pelatihan dan teknologi tanam dan panen saja, maka keuntungan petani kopi dari uang yang berputar itu hanya 8 persen saja.
Baca juga: Kembangkan Teh dan Kopi Kesehatan Tanpa Kafein, Wujud Semangat UI Ikut Membangun Negeri
Sementara kalau sampai ke hilir seperti kafe tersebut, dengan mekanisme koperasi, keuntungan petani jauh lebih besar sekitar 60 persen.
"Kita berharap yang sejahtera itu nanti petani kopi, maka dengan cara ini, kita mengekspansi keuntungan untuk petani," ujarnya.
Bambang menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 70 petani kopi Solok Sirukam yang terlibat dalam pemberdayaan Dompet Dhuafa ini, dengan luas lahan milik masyarakat sekitar 50 hektar.
Untuk menunjang penjualan kopi Solok Sirukam di kafe tersebut, pihaknya juga bermitra dengan Dua Pintu Kopi dan Roti Tenong.
"Varian kopinya sendiri ada robusta dan arabika, dan akan dikembangkan kopi luwak dengan teknologi DNA bersama BRIN," ujar Bambang.
Ia menambahkan penjualan kopi di Pilantrokopi Coffee Shop juga model bahwa hilirisasi pemberdayaan petani kopi ialah kafe.
Baca juga: Kopi Saiyo: Produk Legendaris dari Padang Panjang, Targetkan Jadi Galeri Kopi, dan Coffee Shop
"Dan gagasan Pilantrokopi Coffee Shop ini dukungan program pemberdayaan kopi, tidak hanya di Sumbar namun akan dikembangkan juga di Indonesia," katanya.
________________
Baca berita TribunPadang.com terbaru di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Pilantrokopi-Coffee-Shop-Hadir-di-Padang-Hilirisasi-Produk-Kopi-Solok-Sirukam.jpg)