Rendang Mizaki Padang Panjang, Berdayakan Pekerja Perempuan, Terutama Janda

Rendang Mizaki (Minang Zaman Kini), Padang Panjang Sumatera Barat, prioritaskan pemberdayaan perempuan terutama janda sebagai karyawan

Tayang:
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Panji Rahmat
Seorang karyawan Rendang Mizaki tengah live TikTok untuk penjualan produk rendang secara online saat TribunPadang.com berkunjung, Jumat (23/6/2023). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PANJANG - Rendang Mizaki (Minang Zaman Kini) di Kota Padang Panjang Sumatera Barat, prioritaskan pemberdayaan perempuan terutama janda sebagai karyawan dan juru masaknya.

Berdiri sejak tahun 2013, Rendang Mizaki hadir untuk memenuhi kebutuhan para perantau berdarah Minang.

Buktinya sampai sekarang, tidak hanya perantau di Indonesia  bisa menikmati, produk Rendang Mizaki sudah menyasar perantau di luar negeri.

Pengunjung bisa mendatangi galeri rendang Mizaki di Jl. Sutan Syahrir, Silaing Bawah, Kota Padang Panjang.

Pemilik Rendang Mizaki, Sri Wahyuni (34), berujar produk rendangnya, sampai saat ini diproduksi oleh kaum hawa. Kebanyakan diantaranya adalah emak-emak dan janda.

Baca juga: Paris Chips, Sebarkan Spirit Cinta Cemilan Lokal Pariaman pada Generasi Kekinian

Ia sengaja memilih perempuan sebagai tonggak produksi, supaya tidak menghilangkan ciri khas masakan rendang.

"Kita semua tahu bahwa rendang, dari dulunya di masak oleh emak-emak untuk anaknya di rantau. Hal itu, terus saya rawat di Rendang Mizaki," terang perempuan yang sempat berjualan rendang keliling itu, Jumat (23/6/2023).

Perempuan murah senyum itu, ingin produk Rendang Mizaki bisa menghadirkan ingatan kampung halaman bagi para perantau saat menikmatinya.

Sekarang di dapur produksi Rendang Mizaki, ada sebanyak delapan pekerja emak-emak, memproduksi rendang secara bergantian.

Produksinya masih dilakukan serba tradisional, menggunakan tungku dan kayu bakar sebagai sumber api.

Baca juga: Manfaatkan Rempah Berlimpah di Padang Panjang, Yozi Zulfasari Kembangkan Usaha Jamu Bundo Kanduang

Semua bahan pokok pembuatan hingga rempah, mengutamakan hasil alam Sumatera Barat.

Dari delapan perempuan yang bekerja di dapur produksi Rendang Mizaki enam diantaranya adalah janda.

"Saya sengaja mempekerjakan janda, supaya mereka tidak merasa sendirian dan saling menguatkan," terang perempuan yang pernah menjanda beberapa tahun silam itu.

Belajar dari pengalamannya sebagai janda saat masih muda, Ayu mengaku butuh bantuan lingkungan agar bisa bangkit dari keterpurukan itu.

Bantuan serupa itu yang ia hadirkan pada janda yang ada di dapur produksi Rendang Mizaki. Mempekerjakan para janda, ayu melihat semangat mereka kembali timbul dan cita mereka mulai muncul.

Baca juga: Resep Rendang Padang agar Santan Tidak Pecah dan Mendidih Rata, Bisa untuk 2 kg Daging

Pemilik Rendang Mizaki, Sri Wahyuni berpose di kedainya di Padang Panjang memegang kemasan rendang produknya, Jumat (23/6/2023)
Pemilik Rendang Mizaki, Sri Wahyuni berpose di kedainya di Padang Panjang memegang kemasan rendang produknya, Jumat (23/6/2023) (TribunPadang.com/Panji Rahmat)

Belakangan para janda yang bekerja dengannya sudah mulai memiliki ide baru, mereka ingin mengembangkan usaha sendiri di luar Rendang Mizaki.

Keinginan para janda ini disambut baik oleh Ayu, ia merasa berhasil merubah mindset mereka, sehingga mereka kembali berani menata masa depan.

Bahkan sampai sekarang tiga dari enam janda yang bekerja di Rendang Mizaki sudah memiliki produk sendiri dan dalam waktu dekat akan launching.

"Produk itu nanti akan ada juga di Rendang Mizaki, serta akan saya upayakan produk tersebut bisa berkolaborasi dengan UMKM toko oleh-oleh," jelasnya sembari menarik garis bibirnya.

Selain di dapur produksi yang lebih banyak memberdayakan emak-emak, di toko offlinenya Rendang Mizaki lebih banyak memberdayakan perempuan muda.

Baca juga: Buah Pandemi Covid-19, Rendang Mizaki Tatap Pasar Online dan Ekspor

Karyawan muda, Rendang Mizaki ini lebih fokus pada pemasaran ofline dan online. Terlihat mereka rutin melakukan live tik tok, berinteraksi dengan penonton dunia maya.

Ayu sengaja menggunakan tenaga mereka, karena mereka lebih paham dan mengerti tentang media sosial dan online market.

"Kalau saya kurang paham, makanya saya berikan pada ahlinya. Alhamdulillah penjualan online beberapa waktu belakang turut melonjak oleh usaha mereka," terang Ayu. 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved