Citizen Journalism

Fenomena FOMO, Di Balik Euforia Nonton Konser Coldplay : Simak! Cara Meredam Sindrom

HEBOH kabar mengenai band terkenal asal London, Inggris yakni Coldplay yang akan menggelar konser di ibukota Jakarta, Indonesia pada 15 November 2023

Tayang:
Editor: Emil Mahmud
Tangkapan layar Youtube
Ilustrasi: Aksi panggung sekaligus kolaborasi pertama grum musik, Coldplay dan BTS. 

Dalam hal konser Coldplay ini, berarti motivasi tersebut berkaitan dengan usaha untuk mendapatkan tiket konser Coldplay.

Lalu jika dilihat dari sisi buruknya FOMO dapat mendorong orang untuk mengeluarkan sejumlah uang dengan nilai yang tidak sedikit demi membeli tiket konser Coldplay.

Hal itu bisa sangat merujuk kepada hal yang negatif. Bisa jadi mereka mengutang, meminjam kepada pinjol (pinjaman online), atau bahkan ada yang mencuri tabungan kakak kandungnya sendiri demi membeli tiket.

Jadi kesannya seperti bergaya hidup tapi tidak sesuai ekonomi. Lalu dampak buruk lainnya dapat merugikan orang yang mempunyai tabungan, karena uangnya ludes atau berkurang secara signifikan demi ingin eksis.

Padahal, bisa jadi tujuan orang untuk menabung adalah untuk kebutuhan tak terduga di masa depan, bukan untuk membeli tiket konser Coldplay.

Lalu kenapa dengan adanya konser Coldplay ini orang-orang menjadi FOMO dan rela melakukan segala cara untuk membeli tiket?

Jawabannya sederhana yakni hanya karena eksis di dunia maya yakni, bukan karena fans sejati yang benar-benar ingin menikmati konsernya dan tahu betul lagunya.

Mereka juga tidak mau disebut jadul, ketinggalan jaman, atau tidak mengikuti tren. Atau mungkin mereka ingin merasakan sensasi saat war tiketnya. Sehingga ada dorongan didalam diri mereka untuk ikut-ikutan membeli tiket konser tersebut.

Mungkin bagi sebagian orang yang merasa dirinya FOMO, berikut adalah cara meredam keseringan atau terkena sindrom tersebut.

Pertama, menyadari bahwa FOMO adalah hal yang wajar, namun jangan sampai hal tersebut mengendalikan diri.

Kedua, fokus pada hal-hal yang memang lebih penting untuk hidup khususnya pada minat atau kegiatan yang memang disukai.

Ketiga, jangan menjadi budak gadget atau terlalu banyak menghabiskan waktu di media sosial.

Keempat, yang terakhir adalah bersyukur, orang yang menghargai dan menikmati hidupnya tanpa harus mengikut-ikutin orang lain pasti hidupnya akan lebih tenang dan jauh dari kecemasan.(*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved