Kota Padang
Pemko Padang Buka Peluang Pemanfaatan Objek Cagar Budaya, Bisa Jadi Kafe, Toko Maupun Sanggar
Pemko Padang membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan seluruh objek cagar budaya, bisa dijadikan kafe, toko, sanggar atau sekretariat.
Penulis: Rima Kurniati | Editor: Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Pemko Padang membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan seluruh objek cagar budaya.
Pemanfaatan yang bisa dilakukan seperti dijadikan kafe, toko, sanggar atau sekretariat.
Kasi Pelestarian Cagar Budaya dan Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Marsalleh Adaz mengatakan dalam pemetaan Lubang dan Benteng Jepang yang telah dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang sejak 1 tahun terakhir, sudah 73 titik yang berhasil ditemukan.
Lubang dan Benteng ini tersebar di 11 Kecamatan di Kota Padang.
Baca juga: Destinasi Wisata Sejarah Lubang Jepang di Padang, FIB Unand Dukung Program Membangun 11 Desa Tematik
Namun ada empat lokasi yang menjadi kawasan, artinya terdapat lebih dari 25 situs Benteng dan Lubang Jepang di satu wilayah.
Empat kawasan tersebut berada di Gunung Pangilun, Bukit Lampu Bungus Teluk Kabung, Padang Besi dan Lubuk Buaya.
"Kami optimis Kota Padang ini punya 100 benteng. Sekarang baru terpetakan sebanyak 73 titik."
"Ada 4 wilayah yang kemudian kami beri nama kawasan Lubang Jepang yakni di Gunung Pangilun, Bukit Lampu, Padang Besi dan Lubuk Buaya," kata Marsalleh Adaz yang kerap disapa dengan sebutan Pak Ad, Jumat (17/3/2023).
Baca juga: Disdikbud Padang Buka Lubang Jepang di Padang Besi, Warisan Sejarah Perang Dunia II yang Terabaikan
Selain itu, Pak Ad juga mengatakan saat ini Pemerintah Kota Padang membuka pintu untuk masyarakat bisa memanfaatkan seluruh objek cagar budaya di Kota Padang.
"Apakah nantinya objek tersebut bisa dimanfaatkan untuk kafe, toko, sanggar atau sekretariat," ujarnya.
Pak Ad menambahkan, peluang ini untuk menyelamatkan dan memanfaatkan seluruh situs yang membutuhkan peran dari masyarakat dan investor.
"Jika hanya terfokus harapan kepada pemerintah, hal ini akan sulit. Baik dari segi anggaran maupun SDM yang terbatas," kata Pak Ad. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Pembersihan-objek-diduga-cagar-budaya-ODCB-Lubang-Jepang.jpg)