Kota Bukittinggi

Pedagang Boleh Berjualan di Kawasan Jam Gadang Bukittinggi, Wako: Di Tepi-tepi, Radius 200 Meter

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar menyebut pihaknya tak melarang pedagang asongan berjualan di Kawasan Jam Gadang. Pedagang boleh berjualan radius...

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Muhammad Fuadi Zikri
TRIBUNPADANG.COM/WAHYU BAHAR
Jam Gadang saat dipadati pengunjung Idul Fitri 2022. Wali Kota Bukittinggi menyampaikan para pedagang asongan boleh berjualan dengan radius 200 meter dari Jam Gadang. 

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar menyebut pihaknya tak melarang pedagang asongan berjualan di Kawasan Jam Gadang.

Hal ini menanggapi viralnya seorang pedagang asongan yang dagangannya diambil paksa oleh Satpol PP Kota Bukittinggi beberapa hari lalu.

Erman menuturkan pihaknya hanya melarang pedagang asongan masuk dan berdiam di Pelataran Jam Gadang.

Baca juga: Kronologi Oknum Satpol PP Bukittinggi Injak Kaki Pedagang Asongan saat Penertiban, Jabatan Dicopot

Baca juga: Wali Kota Bukittinggi Erman Safar Beri Alasan Copot Oknum Satpol PP, yang Diduga Injak Kaki Pedagang

Larangan ini juga terus disampaikan oleh personel Satpol PP yang berjaga di Jam Gadang melalui pengeras suara secara berkala.

Namun menurutnya, pedagang asongan boleh berjualan dengan radius sekitar 200 meter dari Jam Gadang.

"Lokasinya sudah diatur di tepi-tepi kawasan Jam Gadang," ujar orang nomor satu di Bukittinggi itu, Senin (3/10/2022).

 

Erman mengatakan, kawasan wisata Jam Gadang dikunjungi hampir dua juta orang setiap tahun.

Di pusat keramaian itu, Pemko Bukittinggi mengharapkan adanya peningkatan ekonomi terutama pelaku usaha kecil.

"Pelaku usaha kecil itu memang seharusnya disana (pinggir Jam Gadang) karena ini momen meraih untung," sambung politikus Gerindra itu.

Baca juga: Nasib Pedagang Asongan di Bukittinggi seusai Dikasari Oknum, Wali Kota Perintahkan Agar Beri Bantuan

Soal insiden ambil paksa barang dagangan kala itu, Erman menyebut Satpol PP Bukittinggi dalam melakukan penertiban tidak melakukan pencegahan.

Satpol PP juga tidak menjaga kawasan yang tidak boleh pedagang berjualan, sehingga pedagang masuk ke lokasi itu.

"Dalam penindakan, Satpol PP Bukittinggi harus preventif dulu, jika pedagang masih berjualan di lokasi yang tidak dibolehkan harus disampaikan secara komunikatif," tuturnya. (TribunPadang.com/ Rima Kurniati)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved