Tak Hanya Makanan Khas Sumbar, Mi Kari Khas Malaysia Ikut Hadir di Pekan Kebudayaan Daerah 2022

Tidak hanya makanan khas Sumatera Barat, Mi Kari khas Malaysia juga turut hadir di Pekan Kebudayaan Daerah 2022, Minggu (2/9/2022).

TribunPadang.com/Alif Ilham Fajriadi
Stan Kuliner Mi Kari Khas Malaysia di Pekan Kebudayaan Daerah 2022. Stan tersebut didirikan Gedung Dinas Kebudayaan Sumatera Barat hingga 5 Oktober 2022 mendatang. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Tidak hanya makanan khas Sumatera Barat, mi kari khas Malaysia juga turut hadir di Pekan Kebudayaan Daerah 2022, Minggu (2/10/2022).

Stan mi Kari khas Malaysia ini terletak di lantai 1 Gedung Dinas Kebudayaan Sumatera Barat. Mereka hadir hingga 5 Oktober 2022 mendatang.

Owner mi Kari khas Malaysia, Rozita Haslinda (42) mengatakan, bumbu dan proses pembuatan dari olahan mi karinya itu masih khas Malaysia.

“Kami membuat mi kari ini masih pakai bumbu khas Malaysia, sebab ada juga kecintaan terhadap masakan ini, jadi saya kembangkan di Padang,” kata Rozita yang berasal dari Malaysia itu kepada TribunPadang.com.

Baca juga: Pekan Kebudayaan Daerah 2022 Hadirkan Stan Kuliner, Promosikan Olahan Khas Berbagai Daerah di Sumbar

Baca juga: Malam Ini, Pekan Kebudayaan Daerah Sumbar di Taman Budaya: Teater, Tari, Musik, Seni Rupa & Kuliner

Semula, Rozita hanya sekadar hobi memasak, sebab jenuh dengan Covid-19 yang sangat berlangsung lama sejak 2020 lalu.

“Saya ibu rumah tangga, asli Malaysia, pindah ke Padang karena ikut suami kerja. Awalnya itu karena hanya hobi masak, lalu ternyata saya melihat peluang bisnis ini,” jelas warga Tunggul Hitam itu.

Stan Kuliner Mi Kari Khas Malaysia di Pekan Kebudayaan Daerah 2022. Stan tersebut didirikan Gedung Dinas Kebudayaan Sumatera Barat hingga 5 Oktober 2022 mendatang.
Stan Kuliner Mi Kari Khas Malaysia di Pekan Kebudayaan Daerah 2022. Stan tersebut didirikan Gedung Dinas Kebudayaan Sumatera Barat hingga 5 Oktober 2022 mendatang. (TribunPadang.com/Alif Ilham Fajriadi)

Rozita mengatakan, selain ikut di Pekan Kebudayaan Daerah ini, ia juga kerap hadir di berbagai event kuliner di Kota Padang.

“Paling rutin itu di Car Free Day, setiap minggu pagi, mi Kari khas Malaysia hadir di sana,” ucap Rozita dengan logat bahasa Malaysia yang masih kental.

Dikatakan dia, mi Kari khas Malaysia ini sangat berbeda dengan olahan kuliner yang lain. Sebab, dari tekstur kuah dan pemilihan toppingnya jadi penanda.

“Karinya itu pakai santan yang sedikit manis, lalu untuk topping ada menggunakan seafood dan telur, minya pun juga sedikit besar dan kenyal,” jelas Rozita.

Satu porsi mi Kari khas Malaysia ini dibanderol dengan harga Rp12 ribu rupiah. Sebab, kata Rozalita masih disesuaikan dengan harga bahan bakunya.

Rozalita ingin mengembangkan usaha kulinernya tersebut menjadi lebih besar lagi. Ia menilai, belum banyak olahan sejenisnya yang berkembang di Padang.

“Karena masih belum terlalu banyak kedai yang menjual mi Kari khas Malaysia ini, saya juga punya cita-cita ingin berkembang lebih besar lagi,” ungkap Rozalita.

Lebih lanjut, Rozalita memberi saran kepada pejuang bisnis kuliner untuk jangan patah semangat dan tetap menggali peluang.

“Bisnis kuliner ini kan agak susah dan harus ditekuni sekali, jadi bagi yang baru memulai, jangan patah semangat jika belum laku produknya,” pungkas Rozalita. (TribunPadang.com/Alif Ilham Fajriadi)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved