Provinsi Sumatera Barat

Pekan Kebudayaan Daerah 2022 Hadirkan Stan Kuliner, Promosikan Olahan Khas Berbagai Daerah di Sumbar

Pekan Kebudayaan Daerah 2022 yang digelar di Gedung Dinas Kebudayaan Sumatera Barat (Sumbar), turut menghadirkan berbagai olahan makanan khas daerah.

TribunPadang.com/Alif Ilham Fajriadi
UMKM dari Kabupaten Agam turut hadir untuk memeriahkan Pekan Kebudayaan Daerah 2022 di Gedung Dinas Kebudayaan Sumatera Barat. Event Pekan Kebudayaan Daerah 2022 tersebut berlangsung dari 1-5 Oktober 2022. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pekan Kebudayaan Daerah 2022 yang digelar di Gedung Dinas Kebudayaan Sumatera Barat (Sumbar), turut menghadirkan berbagai olahan makanan khas daerah.

Dalam pantauan TribunPadang.com, Minggu (2/10/2022), terlihat beberapa stand UMKM yang ikut berpartisipasi pada Pekan Kebudayaan 2022 tersebut.

Salah satunya adalah UMKM dari Kabupaten Agam. Mereka terdiri dari kelompok kuliner dari berbagai kecamatan.

Baca juga: Festival Madu Resmi Dibuka Gubernur Mahyeldi, Hadirkan berbagai Jenis dan Rasa Madu Asli Sumbar

Salah seorang pelaku UMKM, Septi Eli Fadri (58) mengatakan, UMKM Kuliner dari Agam ikut hadir untuk memeriahkan Pekan Kebudayaan Daerah 2022 itu.

“Kami dari UMKM Kabupaten Agam, ikut berpartisipasi, dengan tujuan untuk mengenalkan olahan khas dari daerah kami,” kata pelaku UMKM dari  Tanjung Raya, Agam itu saat berbincang dengan TribunPadang.com.

Septi menjelaskan, stand UMKM Agam hadir di Pekan Kebudayaan Daerah mulai hari ini, Minggu (2/10/2022) hingga Rabu (5/10/2022).

“Ada berbagai olahan rinuak, rendang paku, pensi dan banyak lagi olahan khas Kabupaten Agam yang kami kreasikan,” katanya yang juga anggota Kelompok Kuliner Urai Pensi itu.

Baca juga: Malam Ini, Pekan Kebudayaan Daerah Sumbar di Taman Budaya: Teater, Tari, Musik, Seni Rupa & Kuliner

Selain daerah asalnya, Septi menuturkan beberapa kecamatan lainnya yang datang dari Agam adalah Lubuk Basung dan Baso.

“Kami semua berusaha mengenalkan kepada masyarakat Sumbar tentang olahan dari Kabupaten Agam, karena ini juga bagian dari kebudayaan,” ungkapnya. 

Selain itu, Septi menyebut olahan makanan khas Agam ini juga tak kalah dengan daerah lain. Pasalnya, sudah banyak kegiatan ekspor yang ia lakukan.

“Kadang dikirim ke Jakarta juga, dan masuk juga ke berbagai event kuliner,” tambah Septi.

Baca juga: Festival Cepak Cepong Dinas Kebudayaan Sumbar, Pengunjung Dapat Mencoba Memasak Kuliner Daerah

Septi menjelaskan, makanan khas daerah ini tak bisa sembarang diolah, perlu adanya perencanaan supaya stok tetap tersedia.

“Bahan bakunya kan khas dari daerah, misalnya Rinuak itu, yang hanya ada di danau Maninjau, jadi musiman panennya,” terang Septi.

Kalau tak pandai dalam memanajemen waktu produksi, lanjut Septi, stok bahan bisa habis, akhirnya tak mampu berjualan.

“Biasanya kami stok bahan baku itu setiap musim panen, jadi disimpan dulu, sebab ketika tak ada musimnya lagi, olahan rinuak ini tetap bisa dibuat,” kata Septi.

Baca juga: Wisata Sumatera Barat: Ampiang Dadiah Kuliner Khas Ranah Minang dari Fermentasi Susu Kerbau

Septi menilai antusias masyarakat untuk Pekan Kebudayaan Daerah 2022 ini cukup tinggi, hal itu ia temukan dengan ramainya pengunjung yang datang.

“Dengan dimasukkannya UMKM dari daerah di Sumbar ini, bisa menunjang untuk mengenalkan atau mempromosikan makanan khas dari daerah juga,” pungkasnya.

Diketahui, stand Kuliner UMKM khas Sumbar ini dihadirkan di Pekan Kebudayaan Daerah 2022 dengan nama Cepak Cepong.

Istilah Cepak Cepong itu diambil dari diksi makan bajamba yang telah dikenal sejak 1990-an. (TribunPadang.com/Alif Ilham Fajriadi)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved