Bayi Kembar Siam

Banyak Organ Vital Tidak Berfungsi Jadi Penyebab Bayi Kembar Siam Asal Pariaman Meninggal Dunia

Bayi kembar siam berbadan satu kepala dua asal Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) meninggal akibat banyak organ vitalnya yang tidak berfungsi

Penulis: Rahmadi | Editor: Mona Triana
ist
Bayi kembar siam dua kepala satu badan asal Pariaman meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RSUP M Djamil Padang, Jumat (23/9/2022) 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Bayi kembar siam berbadan satu kepala dua asal Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) meninggal akibat banyak organ vitalnya yang tidak berfungsi.

Bayi kembar siam itu meninggal di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) DR M Djamil Padang pada pukul 16.30 WIB, Jumat (23/9/2022).

Bayi tersebut menjalani perawatan sejak dirujuk pada Rabu (21/9/2022) sore dari RUSD Sadikin Kota Pariaman.

Juru Bicara RSUP M Djamil Padang Gustavianof mengatakan, sejak pukul 13.00 WIB, kondisi fisik bayi tersebut sudah menurun dan memburuk.

"Tim dokter kemudian melakukan upaya pertolongan, telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada," ujarnya.

Kemudian dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter sekitar pukul 16.30 WIB.

Sementara penyebab meninggal dikatakannya karena sejumlah organ vital yang gagal berfungsi.

"Penyebab meninggalnya banyak organ vital yang tidak befungsi, kekacauan fungsi organ," katanya.

Gustavianof mengatakan bayi kembar siam tersebut sudah dibawa ke rumah duka di Nagari Limau Puruik, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman. 

Baca juga: Bayi Kembar Siam Dibawa ke Kampung Halaman di Pariaman, Sang Ayah Adrianto: Dimakamkan Hari Ini

Sebelum diketahui meninggal dunia, bayi kembar siam dua kepala satu badan yang dirawat intensif di RSUP M Djamil sempat bertemu dengan sang ibu, Ayu Setriani.

"Sempat bertemu dengan ibunya, beberapa saat setelah itu sekitar pukul 16.00 WIB baru diketahui meninggal. Tim dokter sudah berupaya semaksimal mungkin," kata Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP Dr M Djamil Padang Gustavianof, Jumat (23/9/2022).

Gustavianof tak merincikan momen pertemuan Ayu Setriani dengan anaknya.

"Tapi tadi sempat bertemu dengan anaknya" kata dia.

Saat ini jasad bayi tersebut, kata Gustavianov, akan dipindahkan ke kamar jenazah sebelum diproses untuk dibawa ke kampung halamannya.

"Jenazah bayi kembar siam tersebut akan dipulangkan ke pihak keluarga hari ini juga," ucapnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Sempat Kritis, Bayi Kembar Siam 2 Kepala 1 Badan Meninggal Dunia di RSUP M Djamil

Bayi kembar siam dengan kondisi dua kepala satu badan yang lahir di RSUD Dr Sadikin Kota Pariaman pada Rabu (21/9/2022), meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RSUP M Djamil, Jumat (23/9/2022).

"Kami sudah mengupayakan semaksimal mungkin tetapi pukul 16.00 WIB bayi kembar diketahui meninggal dunia," kata PPID RSUP M Djamil Gustavianof saat dihubungi Tribun Padang.

Gustavianof melanjutkan jenazah bayi saat ini dibawa ke kamar mayat.

Diketahui dalam berita sebelumnya, kondisi bayi kembar siam dua kepala satu badan yang dirawat di RSUP M Djamil Padang kritis.

Hal tersebut diungkapkan Direktur RSUP M Djamil Padang dr Yusirwan Yusuf.

"Sekarang ini saturasi oksigen bayi tersebut 60-an, sehingga tidak bisa lepas dari ventilator," kata Yusirwan Yusuf saat konferensi pers, Jumat (23/9/2022).

Baca juga: Bayi Kembar Siam Lahir di Pariaman, Kondisi Memiliki Dua Kepala Satu Tubuh, Dirujuk ke RSUP M Djamil

 Selain itu, pihak rumah sakit juga belum bisa melakukan operasi karena ketahanan organnya belum maksimal.

Yusirwan Yusuf mengatakan bayi kembar siam tersebut punya dua jantung yang saling berdempetan.

Kemudian satu di antara dua organ jantung bayi tersebut hanya punya satu ventrikel dan satu atrium.

"Darah kotor dan darah bersih bercampur di sana."

"Jantung yang normal itu empat ruangan, ventrikel dua dan atrium dua," jelas Yusirwan.

Selain memiliki dua jantung, kata Yusirwan, bayi berjenis kelamin laki-laki itu hanya punya satu organ kelamin dan satu anus.

 Ia menyebut kondisi anatomi bayi kembar siam tersebut sangat rumit dan langka.

Dalam istilah kedokteran, yang terjadi pada bayi tersebut adalah kondisi kembar siam asimetrikal conjoint.

Tidak seperti kembar siam pada umumnya, asimetrikal conjoint, jelas Yusirwan, menciptakan kondisi pembagian organ yang tidak merata.

"Kondisi itu terjadi pada fase kehamilan satu hingga dua bulan," pungkas Yusirwan. 

Diberitakan sebelumnya, bayi kembar siam berbadan satu dan berkepala dua lahir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Sadikin Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Bayi tersebut lahir Rabu (21/9/2022) dan sorenya langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Kota Padang.

Nenek bayi kembar siam asal Nagari Limau Puruik, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman Suryani ikut mendampingi cucunya di RSUP Dr M Djamil Padang.

Suryani mengaku tidak tahu kalau bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut ternyata lahir kembar siam.

"Dokter sewaktu USG mengatakan bayi anak kami ini kembar," katanya kepada wartawan di RSUP M Djamil Padang. 

Menurut dia, dua kakak bayi kembar siam ini sebelumnya lahir normal.

"Anak pertama dan kedua juga laki-laki. Kami sekarang pasrah dan berserah diri kepada Tuhan," pungkasnya.

((TribunPadang.com/Rahmadi/Nandito Putra)

 

 

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved