Gempa Mentawai
Kondisi Bandara Internasional Minangkabau Normal Pasca Gempa Mentawai
Kondisi Bandara Internasional Minangkabau (BIM) normal pasca gempa Mentawai. Gempa Mentawai Magnitudo 6.1 tidak membuat kepanikan.
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rizka Desri Yusfita
Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang Suaidi Ahadi mengatakan, pusat gempa Mentawai hari ini ialah bagian dari Megatrusht Mentawai yang diketahui punya potensi energi hingga Magnitudo 8,9.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Megatrusht subduksi segmen Siberut," ujarnya.
Diduga kuat, kata dia, pemicu gempa ini adalah aktivitas-aktivitas subduksi lempeng segmen Megatrusht Mentawai - Siberut.
Dikatakannya, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Berdasarkan peta guncangan (Shakemap), Suaidi menyampaikan bahwa di Siberut Utara gempa dirasakan dengan skala intensitas V MMI, dimana gempa dirasakan semua penduduk, dan kebanyakan lari ke luar rumah karena terkejut.
Selain itu, di Siberut Barat, Sikabaluan, dan Sagulubeg gempa dirasakan dalam skala intensitas IV hingga V MMI.
Adapun di Kota Padang, Padang Panjang, Painan, Pasaman Barat skala intensitasnya III hingga IV MMI, dimana masyarakat merasakan guncangan seolah truk berlalu.
Lebih lanjut, hingga pukul 15.30 WIB, usai gempa utama Magnitudo 6,2 pada pukul 06.10 WIB, ada empat kali gempa susulan yang terjadi.
Guncangan gempa semakin menurun, pada pukul 06.24 WIB bermagnitudo 5,4, kemudian pada pukul 09.40 WIB kembali terjadi gempa dengan magnitudo 4,4.
Lalu, pada pukul 10.29 WIB kembali gempa susulan kembali terjadi dengan magnitudo 4,2. Sementara pukul 13.28 juga terjadi gempa dengan kekuatan magnitudo 4,0.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/landasan-parkiran.jpg)