Gempa Mentawai

Kondisi Bandara Internasional Minangkabau Normal Pasca Gempa Mentawai

Kondisi Bandara Internasional Minangkabau (BIM) normal pasca gempa Mentawai. Gempa Mentawai Magnitudo 6.1 tidak membuat kepanikan.

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rizka Desri Yusfita
TribunPadang.com
Gempa Mentawai- Sejumlah maskapai penerbangan yang parkir di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Ketaping, Padang Pariaman, Sumatera Barat. Kondisi Bandara Internasional Minangkabau (BIM) normal pasca gempa Mentawai. Gempa Mentawai Magnitudo 6.1 tidak membuat kepanikan. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rahmat Panji

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN - Kondisi Bandara Internasional Minangkabau (BIM) normal pasca gempa Mentawai.

Gempa Mentawai berkekuatan Magnitudo 6.1 yang mengguncang tidak menimbulkan kepanikan pada penumpang di BIM.

Eksekutif General Manajer PT Angkasa Pura II BIM Siswanto mengatakan gempa Mentawai yang terjadi sekitar pukul 06.10 WIB sempat dirasakan oleh sejumlah penumpang.

Meski demikian tidak menimbulkan kepanikan antar penumpang.

"Mungkin karena durasinya sebentar, jadi masih terkendali," ungkapnya saat dihubungi, Minggu (11/9/2022)

Baca juga: Gempa Mentawai Hari Ini, BMKG: Pusat Gempa di Bagian Megatrusht Mentawai, Simpan Energi M 8,9

Baca juga: Gempa Mentawai tidak Terasa Kuat di Tua Pejat, Warga Beraktivitas seperti Biasa

Diketahui Stasiun Geofisika Padang Panjang mencatat terjadi gempa Magnitudo (M) 6,1 mengguncang Siberut, Mentawai (11/9/2022) pagi.

Selain gempa pertama tersebut juga tercatat tiga gempa susulan pasca gempa Magnitudo (M) 6,1.

Ketiga gempa ini memiliki rentang yang tak jauh dari gempa pertama dan masih berada pada zona yang sama.

Dari informasi Stasiun Geofisika Padang Panjang, gempa susulan pertama terjadi pukul 06.24 WIB dengan parameter M 5,4.

Kemudian disusul lagi dengan kekuatan M 4,4 pada pukul 09.40 WIB dan M 4,2 pukul 10.29 WIB.

Kendati demikian hingga sore ini kata Siswanto tidak mempengaruhi penerbangan di BIM yang masih berjalan lancar.

"Alhamdulillah sampai saat ini kondisi bandara masih normal," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Gempa Mentawai hari ini terjadi pukul 06.10 WIB dengan magnitudo 6,1 (diupdate menjadi magnitudo 6,2).

Setelah itu disusul oleh gempa selanjutnya pada pukul 06.24 WIB bermagnitudo 5,4.

Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang Suaidi Ahadi mengatakan, pusat gempa Mentawai hari ini ialah bagian dari Megatrusht Mentawai yang diketahui punya potensi energi hingga Magnitudo 8,9.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Megatrusht subduksi segmen Siberut," ujarnya.

Diduga kuat, kata dia, pemicu gempa ini adalah aktivitas-aktivitas subduksi lempeng segmen Megatrusht Mentawai - Siberut.

Dikatakannya, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Berdasarkan peta guncangan (Shakemap), Suaidi menyampaikan bahwa di Siberut Utara gempa dirasakan dengan skala intensitas V MMI, dimana gempa dirasakan semua penduduk, dan kebanyakan lari ke luar rumah karena terkejut.

Selain itu, di Siberut Barat, Sikabaluan, dan Sagulubeg gempa dirasakan dalam skala intensitas IV hingga V MMI.

Adapun di Kota Padang, Padang Panjang, Painan, Pasaman Barat skala intensitasnya III hingga IV MMI, dimana masyarakat merasakan guncangan seolah truk berlalu.

Lebih lanjut, hingga pukul 15.30 WIB, usai gempa utama Magnitudo 6,2 pada pukul 06.10 WIB, ada empat kali gempa susulan yang terjadi.

Guncangan gempa semakin menurun, pada pukul 06.24 WIB bermagnitudo 5,4, kemudian pada pukul 09.40 WIB kembali terjadi gempa dengan magnitudo 4,4.

Lalu, pada pukul 10.29 WIB kembali gempa susulan kembali terjadi dengan magnitudo 4,2. Sementara pukul 13.28 juga terjadi gempa dengan kekuatan magnitudo 4,0.
(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved