Berita Populer Padang
Populer Padang Sentra Rendang, Pemungutan Parkir atau Pungli di Masjid Raya Sumbar
Berita populer Padang hari ini sentra rendang dan pemungutan parkir di Masjid Raya Sumbar, bus Pariwisata dipungut parkir Rp 20 ribu.
TRIBUNPADANG.COM - Inilah berita populer Padang hari ini tayang di TribunPadang.com selama 24 jam terakhir.
Ada berita tentang sentra rendang dan pemungutan parkir di Masjid Raya Sumbar.
Simak berita selengkapnya;
1. Sentra Rendang Kota Padang Bisa Jadi Pusat Tourism Attraction, Tampung 86 IKM Rendang
Pembangunan Sentra Rendang Kota Padang sebagai satu-satunya pusat produksi dan pemasaran masakan rendang di Kota Padang kini semakin mendekati 'finish'.
Sentra Rendang berlokasi di kawasan Lubuk Buaya, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah
Dibangun di atas lahan tanah seluas 5.112 m2 itu, dibangun berkat dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di tahun 2021.
Sentra Rendang dikunjungi oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita beserta rombongan.
Baca juga: Sentra Rendang Kota Padang Bisa Jadi Pusat Tourism Attraction, Tampung 86 IKM Rendang
Baca juga: Sentra Rendang Padang Dilengkapi Teknologi Retort, Bikin Rendang Tahan Lebih Lama Dalam Kemasan
Wali Kota Padang yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Endrizal dan jajaran Disnakerin pun menyambut rombongan dengan antusias sembari memasangkan selendang dan topi deta padati sebagai hasil kerajinan tangan khas Minangkabau.
Dirjen Reni Yanita dalam penyampaiannya mengatakan, kunjungan pihaknya ke Sentra Rendang Kota Padang kali ini yaitu dalam rangka memonitor progres pembangunannya.
"Sentra Rendang ini merupakan bantuan dari Kemenperin untuk mendukung pemberdayaan potensi dan peningkatkan produksi bagi industri kecil menengah (IKM) di Kota Padang. Semoga rendang yang dihasilkan nanti mampu menembus pasar ekspor. Jadi itu tujuan sesungguhnya," ucapnya, Kamis (30/6/2022).
Reni berharap Sentra Rendang tersebut dapat beroperasi sesuai waktu yang direncanakan.
"Kita dengar Sentra Rendang ini akan mulai beroperasi pada 7 Agustus 2022 nanti. Semoga berjalan lancar dan sesuai yang diharapkan. Kita juga mengapresiasi bangunan fisik gedung Sentra Rendang dibangun cukup bagus. Sarana prasarana penunjangnya pun juga lengkap," tukuknya.
Sementara itu pada saat yang sama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Padang Endrizal menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Dirjen IKMA Kemenperin Reni Yanita dan rombongan yang telah mengunjungi Sentra Rendang Kota Padang.
"Alhamdulillah di Sentra Rendang Kota Padang ini nanti kita akan memfasilitasi sebanyak 86 IKM rendang di Kota Padang yang akan melakukan kegiatan produksi rendang sesuai cara produksi pangan olahan yang baik dan memenuhi standarisasi. Semua persiapan dan segala sesuatunya termasuk pembekalan bagi para IKM pun sudah kita lakukan," ujarnya.
Endrizal membeberkan, untuk fasilitas di Sentra Rendang Kota Padang tersebut selain menyediakan gedung produksi dan promosi juga terdapat gedung kantor/UPTD dan gedung utilitas.
Menurut dia, hadirnya Sentra Rendang ini termasuk dalam salah satu misi Kota Padang yakni "Mewujudkan Kota Padang Sebagai Pusat Perdagangan dan Ekonomi Kreatif."
"Sentra Rendang ini diharapkan tidak saja menjadi tempat produksi, pemasaran serta pengembangan dan pelatihan buat seluruh IKM yang berhubungan dengan rendang, namun juga bisa dijadikan sebagai pusat 'tourism attraction' di Kota Padang," imbuhnya.
Selanjutnya sambung Asisten lagi, juga yang tak kalah penting dari kehadiran Rentra Rendang tersebut adalah juga bisa menjadi tempat pusat penelitian, pengembangan dan pembelajaran terkait rendang bagi masyarakat terutama generasi muda.
"Kita tahu rendang termasuk salah satu jenis makanan terlezat khas Minang yang sudah mendunia. Semoga melalui pemanfaatan teknologi produksi di Sentra Rendang ini akan menghadirkan rendang yang sesuai standar GMP dan HACCP. Begitu juga dengan memiliki izin MD serta bersertifikat halal dan memiliki kemasan yang baik, insya Allah semoga bisa menembus pasar ekspor nantinya," pungkas Asisten bersemangat.
Dalam kesempatan itu hadir mendampingi Dirjen IKMA diantaranya Sekdirjen IKMA Sri Yunianti serta Direktur IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan Riefky Yuswandi dan Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut Dini Hanggandari
Selain itu juga terlihat Anggota DPRD Kota Padang Pun Ardi serta Kepala Disnakerin Kota Padang yang diwakili Kabid Perindustrian Emmilda dan puluhan pelaku IKM Kota Padang.
2. Viral Cerita Bus Pariwisata Dipungut Parkir Rp 20 Ribu saat Hendak Keluar Halaman Masjid Raya Sumbar
Cerita bus rombongan pariwisata yang diminta uang parkir saat berkunjung ke Masjid Raya Sumbar, viral di media sosial.
Padahal bus pariwisata mereka parkir di area Masjid Raya Sumbar yang tertulis bebas parkir.
Sopir bus rombongan pariwisata tersebut diminta membayarkan uang Rp 20 ribu oleh oknum yang tidak memakai rompi petugas parkir.
Oknum tersebut mengaku parkir gratis hanya untuk mobil kecil saja, sementara bus pariwisata tetap bayar.
Saat ditelusuri TribunPadang.com kejadian tersebut dialami oleh Aris pada Senin (27/6/2022) yang lalu.
Aris menuturkan pihaknya sempat menolak bayar karena ada tulisan bebas parkir.
Namun pria yang meminta uang parkir tersebut tetap tidak mau pergi.
Pihaknya pun menawarkan membayar Rp 10.000.
Tapi pria yang tampak memakai topi ini pun tidak mau terima.
Dia bersikeras tetap meminta Rp 20.000.
"Akhirnya untuk cari aman kami tetap bayar Rp 20.000. Tiket parkir pun tidak ada dan orang ini tidak memakai rompi petugas parkir," ungkapnya Aris.
Baca juga: Viral Aksi Pungli Bermodus, Proposal Bodong di Kota Padang, Jajaran Polsek Padang Utara Ringkus Oki
Baca juga: Ayo! Lapor Polisi, Jika Temukan Pemerasan dan Pungli, Polresta Padang Siap Kerahkan Satreskrim
Menanggapi hal tersebut, Ketua Harian Masjid Raya Sumbar Sobhan Lubis menegaskan, semua kendaraan yang masuk ke lapangan parkir Masjid Raya Sumatera Barat tidak dipungut biaya parkir.
Baik mobil biasa maupun bus pariwisata, baik waktu masuk maupun ketika keluar Masjid Raya Sumbar.
"Bila ada pungutan berarti itu liar, pungutan liar," ungkapnya.
Menanggapi adanya pungutan liar tersebut, Sobhan Lubis mengaku pihaknya akan meningkatkan keamaan di Masjid Raya Sumbar.
"Kita akan usaha meningkatkan keamanan di Masjid Raya Sumbar, agar kejadian serupa tidak terulang lagi," ungkapnya.
Cerita pungli di Masjid Raya Sumbar ini pertama kali diposting oleh akun FB Salingka Minangkabau pada Rabu (29/6/2022).
Hingga Kamis (30/6/2022) disukai 1.515 orang dengan 600 an komentar dan dibagikan 186 kali.
Pada postingan tersebut tampak foto seorang pria berbaji putih, menggunakan topi hitam, celana jeans dan sandal hitam.
Pada postingan itu juga tertulis:
Assalamu'alaikum wr wb.
Kami ingin bercerita sekaligus bertanya kepada dunsanak semua.
Kemaren saya dan rombongan memakai bus pariwisata berkunjung ke Masjid Raya Sumatera Barat untuk Sholat Ashar.
Bus kami parkir di area parkir Masjid. Di area parkir tertulis "BEBAS PARKIR". Setelah sholat Ashar kami dan rombongan kembali masuk bus untuk melanjutkan perjalanan.
Tiba2 datang seorang pemuda memakai baju putih dan topi hitam "seperti difoto" mendekati sopir bus dan meminta uang parkir Rp.20.000.
Lalu kami mempertanyakan bukankan di area ini bebas parkir? Karena tertulis jelas hampir di setiap sudut lahan parkir.
Kemudian orang ini mengatakan bebas parkir hanya untuk mobil kecil, bus pariwisata harus bayar 20.000.
Kami menolak untuk bayar karena ada tulisan bebas parkir dan pria ini tetap tdk mau pergi.
Kami tawarkan bayar 10.000 tapi pria ini tidak mau terima dan tetap meminta 20.000.
Akhirnya untuk cari aman kami tetap bayar 20.000. Tiket parkir pun tidak ada dan orang ini tidak memakai rompi petugas parkir.
Jadi saya ingin bertanya, apakah ini termasuk pungutan liar yang dilarang atau memang tulisan "Bebas Parkir" di Masjid Raya Sumatera Barat hanya berlaku untuk mobil kecil saja?
Jika ini adalah pungli, kami sebagai pengunjung yang datang jauh2 ke Masjid Raya Sumatera Barat cukup terganggu karena adanya prilaku orang seperti ini yang meresahkan.
Ini bukan soal uang Rp.20.000. Tapi soal orang yang memanfaatkan pengunjung Masjid untuk mendapatkan uang.
Citra Masjid Raya Sumatera Barat yang megah dan jadi kebanggaan masyarakat sumbar bisa rusak gara2 prilaku orang seperti ini.
Semoga ada jawaban dan penyelesaian tentang pertanyaan kami ini. Terimakasih
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/ilustrasi-pungli-ott-padang.jpg)