Abrasi Pantai Terjadi di Amurang Minahasa, Ketahui Penyebab, Dampak dan Penanggulangannya

Abrasi pantai terjadi di Amurang, Minahasa, ketahui penyebab, dampak dan penanggulangannya. Apa yang dimaksud dengan abrasi (abrasion)?

Tayang:
Editor: Rizka Desri Yusfita
istimewa
Ilustrasi Abrasi pantai akibat gelombang tinggi di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, Selasa (26/5/2020) lalu. 

TRIBUNPADANG.COM - Abrasi pantai terjadi di Amurang, Minahasa, ketahui penyebab, dampak dan penanggulangannya.

Apa yang dimaksud dengan abrasi (abrasion)?

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan, secara umum, pengertian abrasi adalah suatu proses alam berupa pengikisan tanah pada daerah pesisir pantai yang diakibatkan oleh ombak dan arus laut yang sifatnya merusak terkadang juga disebut dengan erosi pantai.

Salah satu kerusakan garis pantai ini dapat dipicu karena terganggunya keseimbangan alam di daerah pantai tersebut.

Akan tetapi meskipun pada umumnya abrasi diakibatkan oleh gejala alam, namun cukup banyak perilaku manusia yang juga ikut menjadi penyebab abrasi pantai.

Dapat disimpulkan abrasi adalah pengikisan di daerah pantai akibat gelombang dan arus laut yang sifatnya destruktif atau merusak.

Baca juga: Tim SAR Padang Pilih Tanam Mangrove untuk Cegah Abrasi di Kawasan Pasir Jambak

Baca juga: Akibat Abrasi Pantai Puluhan Pohon Cemara di Lokasi Wisata Kabupaten Pesisir Selatan Tumbang

Baca juga: Rumah Warga Sungai Limau Padang Pariaman Rusak Akibat Abrasi Pantai, Dapurnya Sudah Ambruk

Karena adanya pengikisan tersebut sehingga menyebabkan berkurangnya daerah pantai di mana wilayah yang paling dekat dengan air laut menjadi sasaran pengikisan.

Oleh karenanya apabila dibiarkan abrasi akan terus mengikis bagian pantai dan air laut bisa membanjiri daerah di sekitar pantai tersebut.

Masih dari laman KKP, penyebab abrasi di antaranya faktor alam, faktor alam yang dapat menyebabkan terjadinya abrasi antara lain seperti pasang surut air laut, angin di atas lautan, gelombang laut serta arus laut yang sifatnya merusak. 

Tentunya faktor alam yang menyebabkan abrasi ini tidak dapat dihindari karena laut memiliki siklusnya tersendiri.

Karena pada suatu periode tertentu angin akan bertiup sangat kencang sehingga menghasilkan gelombang dan arus laut yang besar pula yang dapat menyebabkan pengikisan pantai.

Selanjutnya faktor manusia, ada beberapa perilaku manusia yang ikut menjadi penyebab terjadinya abrasi pantai.

Baca juga: Kepala BNPB Doni Monardo Cerita Abrasi Pantai Padang, Waktu SMP dan SMA Ini Tempat Bermain Kami

Baca juga: Terancam Abrasi Pantai, Tank Bersejarah di Pantai Muaro Padang Dipindahkan ke RTH Imam Bonjol

Baca juga: BMKG Minta Waspadai Banjir Rob dan Gelombang, Abrasi Ancam Pesisir Pantai di Sumbar

Salah satunya adanya ketidakseimbangan ekosistem laut dimana terjadi eksploitasi besar-besaran yang dilakukan oleh manusia terhadap kekayaan sumber daya laut seperti ikan, terumbu karang dan biota lainnya.

Sehingga apabila terjadi arus atau gelombang besar maka akan langsung mengarah ke pantai yang dapat menimbulkan abrasi.

Pemanasan global juga menjadi salah satu pemicu abrasi pantai misalnya seperti aktivitas kendaraan bermotor atau dari pabrik-pabrik industri serta pembakaran hutan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved