Kota Padang

Mengintip Tempat Tinggal Gratis untuk Gelandangan & Pengemis di Padang, Ada 40 Rumah di Balai Gadang

Tidak banyak yang mengetahui, bahwa Pemerintah Kota Padang menyediakan tempat tinggal gratis untuk gelandang dan pengemis (gepeng). 

Tayang:
Penulis: Rima Kurniati | Editor: afrizal
TribunPadang.com/RimaKurniati
Rumah di Kampung Saiyo Sakato Desaku Menanti Padang yang digratiskan bagi gelandangan dan pengemis, Sabtu (11/6/2022) 

Laporan Reporter TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG-  Tidak banyak yang mengetahui, bahwa Pemerintah Kota Padang menyediakan tempat tinggal gratis untuk gelandang dan pengemis (gepeng). 

Rumah gratis ini berada di Kampung Saiyo Sakato Desaku Menanti di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat. 

Lokasinya cukup mudah ditemukan, dekat dengan Perguruan Ar Risalah, Lubuk Minturun. 

Baca juga: Dinsos Padang Sediakan Rumah untuk Pengemis dan Gelandangan, Ances: Masih Tersisa 20 Unit

Baca juga: Petugas Satpol PP Padang Tertibkan Pak Ogah, Pengemis, dan Pekerja Seni di Jalanan Kota Padang

Pantauan TribunPadang.com, jalan ke kampung ini masih jalan tanah, tampak berlumpur setelah hujan turun. 

Di sini terdapat empat puluh rumah dengan satu orang sebagai pendamping para gepeng tersebut. 

Rumah berukuran sedang ini memiiki halaman yang tidak cukup luas namun memadai.

Kemudian di dalam rumah terdapat satu kamar tidur, ruang tamu dan kamar mandi. 

Pendamping binaan di Kampung Saiyo Sakato Desaku Menanti Nurma Jayanti  (57) mengatakan, kampung ini sudah ada sejak tahun 2017 yang lalu. 

Program rumah gepeng ini dihadirkan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial yang kemudian diserahkan ke Pemko Padang, Dinas Sosial Kota Padang.

Menurutnya, para gepeng yang tinggal di rumah tersebut tidak perlu membayar sewa rumah

Hanya saja, cukup membayar token listrik dan air sesuai kebutuhan mereka. 

"Mereka bisa tinggal di sini selama empat tahun, namun apabila setelah jangka waktu itu belum mandiri atau berdikari, maka masih bisa diperpanjang," ungkapnya.

Nurma Jayanti mengatakan, peralatan atau perabotan dalam rumah tidak disediakan, hanya rumah saja. 

"Kalau di dalam rumah yang disediakan itu hanya kain pintu, kain jendela, selebihnya tidak," ungkapnya. (*) 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved