Kabupaten Sijunjung
Kepala BKKBN RI Kunjungi Sijunjung Jadi Daerah Pilihan untuk Penerapan Program Penanganan Stunting
epala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, dr Hasto Wardoyo, akan mengunjungi Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar),
Penulis: Hafiz Ibnu Marsal | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM, SIJUNJUNG - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, dr Hasto Wardoyo, akan mengunjungi Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar), pada 29 Mei hingga 31 Mei 2022 mendatang.
Diketahui, Kabupaten Sijunjung menjadi daerah pilihan untuk penerapan program penanganan stunting dari pemerintah pusat, selain itu kunjungan itu juga dalam rangka gebyar temu kader percepatan penanganan stunting.
Kedatangan Kepala BKKBN ke Sijunjung untuk menerapkan program dan mengedukasi kader dalam percepatan penanganan stunting di Sumbar, khususnya di Kabupaten Sijunjung.
Plt Kadis Pengendalian Penduduk dan KB (Dalduk KB), Kardi Ray didampingi Kadis Kominfo Sijunjung, David Rinaldo menjelaskan, persoalan stunting saat ini menjadi isu nasional.
Utamanya, dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan angka stunting meningkat secara nasional.
"Persoalan stunting ini menjadi perhatian secara nasional, baik tingkat provinsi maupun kabupaten, karena secara nasional angka stunting ini mengalami kenaikan, terutama dampak dari pandemi covid-19 kemarin," tuturnya, Selasa (24/5/2022).
Ia menambahkan, Kabupaten Sijunjung menjadi daerah pertama yang dikunjungi pemerintah pusat dalam penerapan program penanganan stunting, yang nantinya juga menjadi referensi bagi daerah lain.
"Sijunjung mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, sehingga program penanganan stunting dari pusat nantinya bisa diterapkan dengan baik di Sijunjung," ujar Kardi Ray.
Kardi juga berharap, dengan kedatangan Kepala BKKBN ke Sijunjung, program strategis dari pusat bisa mendorong pembangunan Kabupaten Sijunjung.
"Kita berharap nantinya, setelah kunjungan ini, Kabupaten Sijunjung bisa menjadi daerah percontohan percepatan penanganan stunting, karena persoalan stunting ini sudah menjadi isu secara nasional, terutama dampak dari pandemi kemarin," harapnya.
Baca juga: 17 Wali Nagari Terpilih Kabupaten Sijunjung Ikuti Diklat Awal Masa Jabatan di Lampung

Baca juga: Pemko dan Forkopimda Padang Jalin Sinergi, dengan Forkopimda Bandung
Kata Kardi, dengan adanya komunikasi yang baik antara Pemkab Sijunjung dengan kementerian, pada tahun ini Sijunjung mendapat alokasi anggaran dari APBN sebesar Rp3,7 miliar di dinas Dalduk KB, termasuk untuk penanganan stunting.
"Program penganan stunting kami terus berjalan, karena memang ini termasuk program prioritas yang harus dituntaskan dan tertera di RPJMD. Termasuk bantuan DAK dari pusat tadi kita fokuskan kesini," bebernya.
Menurutnya, penanganan stunting melibatkan banyak pihak serta membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat.
"Stunting dilatarbelakangi oleh beberapa faktor diantaranya, pola asuh, pola makan dan sanitasi, tiga aspek ini memiliki cakupan yang luas dan banyak pihak yang berperan di sana," sebut Kardi Ray.
Lanjutnya, dari segi sosial, stunting juga dipengaruhi sejumlah faktor lainnya termasuk ekonomi, kesehatan, lingkungan, pangan dan sumber daya manusia (SDM). (TribunPadang.com/Muhammad Hafiz Ibnu Marsal)