Jualan Minyak Goreng di Pasar Raya Padang Didi Ungkap Alasan Tak Bisa Jual Sesuai HET

Pasalnya hingga saat ini pedagang masih mendapatkan harga modal dari distributor atau gudang setara dengan HET.

Penulis: Panji Rahmat | Editor: afrizal
TribunPadang.com/RahmatPanji
Minyak goreng kemasan dan curah yang terpampang di toko penjual minyak goreng kawasan Pasar Raya Padang Didi Novembri, Senin (28/2/2022). 

Laporan Reporter TribunPadang.com, Rahmat Panji

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Pedagang kawasan Pasar Raya Padang belum bisa semuanya menjual minyak goreng sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pasalnya hingga saat ini pedagang masih mendapatkan harga modal dari distributor atau gudang setara dengan HET.

"Kami beli Rp 14 ribu minyak goreng kemasan, bagaimana cara jualnya Rp 14 ribu," ujar seorang pedagang, Didi Novembri (32).

Baca juga: Pedagang Pasar Raya Padang Keluhkan Lagi Kelangkaan Minyak Goreng Kemasan, Saat Ada Mendag Lancar

Baca juga: Mendag Sambangi Pasar Raya Padang, Pedagang: Stok Minyak Jadi Aman

Seharusnya kata Didi, agar pedagang bisa menjual sesuai HET, distributor atau gudang harus menjual di bawah harga itu.

Akibat modal yang masih tinggi, pedagang minyak goreng kawasan pasar raya Padang masih menjual minyak goreng kemasan dengan harga beragam mulai dari Rp 15-16 ribu per liter.

"Pembeli sempat komplain karena harga kami masih tinggi, tapi mau bagaimana lagi," jelasnya.

Meski harga minyak goreng kemasan di tokonya belum sesuai HET, Didi mengaku pembeli tetap juga berbelanja di tempatnya.

Didi membeberkan tidak masalah harga minyak goreng mahal tapi stoknya tersedia.

"Kalau seperti ini kondisinya harga murah stok tidak ada. Kami yang jualan bingung juga, pembeli apalagi," bebernya.

Menurutnya minyak goreng ini adalah kebutuhan pokok, sehingga kalau harganya tinggi peminatnya tetap akan ada meski jumlah pembeliannya berkurang. 

Baca juga: Kunjungi Pasar Raya Padang, Mendag Muhammad Luthfi Sebut Harusnya Minyak Goreng di Sumbar Melimpah

Kesulitan stok ini menurut Didi Novembri sudah terjadi sejak pekan pertama ada penurunan harga minyak goreng awal Februari lalu.

"Harganya memang murah, tapi stoknya tidak ada. Bagaimana kami mau jualan," terangnya bercerita, Senin (28/2/2022)

Bahkan pada pekan pertama itu, Didi mengenang sempat hampir semua penjual minyak goreng di Kawasan Pasar Raya Padang pernah tidak berjualan.

Itu semua terjadi karena kesulitan para pedagang memperoleh stok minyak goreng, sehingga toko yang biasanya menjual minyak tidak berjualan untuk sementara waktu.

"Benar kondisinya memang tidak lama seperti itu, tapi pernah terjadi," kenangnya.(*)

 

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved