Varian Omicron di Sumbar

Kasus Varian Omicron Belum Terdeteksi di Pariaman, Dinkes Ingatkan Masyarakat Patuh Prokes

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Nazifah mengatakan bahwa kasus varian Omicron masih nihil atau belum terdeteksi di daerahnya

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Wahyu Bahar
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Nazifah saat diwawancarai wartawan beberapa waktu yang lalu 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Wahyu Bahar

TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Nazifah mengatakan bahwa kasus varian Omicron masih nihil atau belum terdeteksi di daerahnya.

"Sampai saat ini belum ada varian Omicron yang terdeteksi di Pariaman, kasus yang banyak saat ini ialah DBD," ujar Nazifah saat diwawancarai wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (27/1/2022) siang.

Ia menyampaikan, meskipun Omicron tidak lebih berbahaya dari varian Delta, ia tetap mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dengan mentaati protokol kesehatan.

Baca juga: Omicron Masuk Sumbar, Gubernur dan Beberapa OPD Kunker ke Jawa Tengah, Jajaki Kerja Sama

Baca juga: Varian Omicron Ditemukan di Sumbar, Ada 187 Tempat Tidur di Asrama Haji untuk Tempat Isolasi

"Informasinya memang Omicron tidak lebih berbahaya dari varian delta. Omicron itu memang ada, masyarakat diminta untuk patuhi prokes," kata dia.

Nazifah mengungkapkan bahwa ia juga baru mendengar kasus Omicron di duga sudah masuk di Sumatera Barat pada hari ini.

Baca juga: Varian Omicron Terdeteksi di Sumbar, Asrama Haji Padang Jadi Tempat Isolasi Terpusat

Baca juga: Omicron Diduga Masuk Sumbar, Pemprov Sumbar Terus Waspada Lakukan Tracking, Tracing dan Isolasi

"Saya juga baru mendengar Omicron sudah masuk ke Sumbar, mudah-mudahan tidak masuk ke Pariaman," tambah dia.

Lebih lanjut kata dia, kesiapan khusus belum ada dari pihaknya merespon Omicron yang diduga telah masuk ke Sumbar.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Sumbar Meningkat, Ada Sampel Probable Omicron, Masyarakat Tidak Perlu Panik

Baca juga: Syarat Pasien Covid-19 Omicron Bila Ingin Isolasi Mandiri di Rumah, Usia hingga Komitmen

"Kesiapan sama dengan penanganan atau antisipasi terhadap virus Covid-19. Kita tetap prokes, pakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan, dan penyelenggaraan acara-acara tetap prokes," terang dia.

Sebenarnya, kata dia, pihaknya tetap sejalan dengan regulasi dari pemerintah pusat, termasuk tentang persiapan menghadapi Omicron.

"Kita tetap mengikuti regulasi atau instruksi dari pusat, kalau katanya segera antisipasi tentu kita mengikut, saat ini kan belum ada, artinya kita masih mengikuti regulasi Covid-19," jelas Kadis Kesehatan.

Baca juga: Warga Bogor Terpapar Omicron, Punya Riwayat Perjalanan Pakai Transportasi Umum ke Jakarta

Baca juga: Kemenkes Antisipasi Kasus Omicron, Budi Gunadi Sadikin: Perkuat Aspek SDM, Alkes, dan Farmasi

Ia melanjutkan, selain tetap menjalankan prokes, Pemerintah Kota Pariaman tetap menggenjot capaian vaksinasi, agar herd immunity segera terbentuk.

"Selain prokes, isolasi mandiri yang penting, serta vaksinasi tetap digenjot capaiannya, meski capaian vaksinasi sudah 97 persen," tutur Nazifah.

Baca juga: Varian Omicron : Epidemiologi Universitas Indonesia Sebut, Tak Berdampak Sakit Berat hingga Kematian

Baca juga: Omicron Masuk Indonesia, Mendagri Tito Ajak Semua Pihak Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19

Selain itu, sepengetahuannya, pilek serta flu memang banyak menjangkiti masyarakat, bukan hanya di Pariaman, namun di luar provinsi hingga di daerah Pulau Jawa, dikarenakan faktor cuaca.

"Biasanya jika masyarakat yang sakit minta swab test, dan kita fasilitasi. Namun saat ini belum ada yang minta swab, atau belum ada terdeteksi demam dengan gejala yang agak lain," pungkas dia. (*)

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved