Opini Citizen Journalism

Hilangnya Kebersamaan

JIKA dialihbahasakan kutipan di atas dapat diartikan ‘jika ingin cepat, bekerjalah sendiri, jika ingin berkembang jauh, bekerjalah dengan tim.

Editor: Emil Mahmud
tribunpekanbaru
Ilustrasi : kumpulan bahasa gaul 

Ike Revita, Penulis adalah Dosen Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas

If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together - Anonim

JIKA dialihbahasakan kutipan di atas dapat diartikan ‘jika ingin cepat, bekerjalah sendiri, jika ingin berkembang jauh, bekerjalah dengan tim.

Kutipan ini memiliki makna yang sangat dalam karena terkandung filosofi yang sangat edukatif. Inilah kemudian yang menjadi inspirasi dari tulisan saya ini.

Berawal dari pertemuan dalam sebuah acara di kampus. Dalam diskusi tidak formal, seorang kawan langsung menyeletuk saat  terlontar untuk mengerjakan sebuah proyek.

Kawan ini langsung menolak lewat celetukannya untuk melibatkan kawan lain. Kawan lain ini sebenarnya  memiliki kompetensi dan pengalaman yang sesuai dengan proyek ini.

Penolakan kawan ini didukung oleh yang lainnya hingga mengalirlah cerita dari teman-temana lain terkait pengalaman mereka dengan teman ini.

Ike Revita, Dosen Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas
Ike Revita, Dosen Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (ISTIMEWA/DOK.PRIBADI)

Baca juga: Opini: Alumni Kuat Perguruan Tinggi Hebat

Bagi saya yang menarik adalah saat hampir semua kawan rupanya memiliki penilaian yang sama terhadap kawan yang satu ini.

Pertanyaannya adalah apa yang ada dalam pikiran kawan yang sedang diperbincangkan dan ditolak keberadaannya ini?

Bicara isi pikiran seseorang diibaratkan mengukur dalamnya laut. Sangatlah tidak diketahui kebenaran jawabannya.

Berbagai upaya dilakukan untuk menggali apa yang dicari dan dikejar oleh kawan ini. Secara materi dia sudah mencukupi, secara jabatan dia sudah memiliki, dan secara prestasi dia sudah eksis.

Baca juga: 4 Mahasiswa FIB Unand Wisata ke Lobang Japang, di Padang: Tim PkM Tata Lokasi, Agar Layak Dikunjungi

Inilah salah satu sifat negatif yang tidak jarang dipelihara manusia. Kemaruk. Kemaruk artinya rakus. Rakus merupakan perbuatan yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang diperoleh (KBBI, 2020).

Sifat rakus yang dipelihara menyebabkan dia jadi kemaruk dan tidak mau berbagi ke orang lain.

Inilah yang terjadi pada kawan ini.

Akibatnya, dalam banyak hal dia kemudian ditinggalkan. Dalam pikirannya, dia mungkin menganggap orang lain tidak perlu karena semuanya sudah dimiliki.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved