Opini Citizen Journalism
Hilangnya Kebersamaan
JIKA dialihbahasakan kutipan di atas dapat diartikan ‘jika ingin cepat, bekerjalah sendiri, jika ingin berkembang jauh, bekerjalah dengan tim.
Namun, satu hal yang dilupakan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang sudah pasti membutuhkan orang lain. Sangat tidak mungkin semuanya bisa dijalankan sendiri.
Sebagaimana yang dijelaskan dalam kutipan di atas bahwa selama seseorang mau segala sesuatunya berjalan cepat, maka lakukanlah sendiri.
Namun, saat dia ingin mengepakkan sayap lebih jauh dan lebih luas, maka harus ada kebersamaan.
Kebersamaan itu tidak hanya sekadar bekerjasama tetapi ada nilai-nilai lain yang tertanam.
Baca juga: Indahnya Baso
Misalnya adalah belajar untuk mampu mengendalikan emosi karena bersama-sama dengan orang yang sudah pasti berbeda, kemampuan untuk memenej waktu, atau ajang untuk melatih diri agar bisa bertoleransi dan bertepaselira.
Inilah nilai dalam kebersamaan yang bisa saja tidak disadari. Sekarang kebersamaan tidak lagi menjadi pilihan.
Sekarang ini terdapat kecenderungan untuk sibuk dengan diri sendiri. Ini dapat dilihat dalam banyak kegiatan dimana secara fisik orang itu Bersama tetapi sibuk dengan aktivitas masing-masing.
Mereka asyik dengan gadget atau smartphone masing-masing. Inilah realita yang terjadi di dunia kekinian.
Banyak hal yang bisa dilakukan melalui benda berbentuk segi empat yang dianggap sebagai benda cerdas.
Akibatnya adalah kebersamaan mulai terkikis. Yang dekat menjadi jauh dan yang jauh bisa lebih dekat.
Sayang sekali, semuanya seakan hampa dan tidak bernyawa.
Betapa indahnya kebersamaan! (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/ilustrasi-kumpulan-bahasa-gaul-pho.jpg)