Opini Citizen Journalism

Hilangnya Kebersamaan

JIKA dialihbahasakan kutipan di atas dapat diartikan ‘jika ingin cepat, bekerjalah sendiri, jika ingin berkembang jauh, bekerjalah dengan tim.

Editor: Emil Mahmud
tribunpekanbaru
Ilustrasi : kumpulan bahasa gaul 

Namun, satu hal yang dilupakan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang sudah pasti membutuhkan orang lain. Sangat tidak mungkin semuanya bisa dijalankan sendiri.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam kutipan di atas bahwa selama seseorang mau segala sesuatunya berjalan cepat, maka lakukanlah sendiri.

Namun, saat dia ingin mengepakkan sayap lebih jauh dan lebih luas, maka harus ada kebersamaan.

Kebersamaan itu tidak hanya sekadar bekerjasama tetapi ada nilai-nilai lain yang tertanam.

Baca juga: Indahnya Baso

Misalnya adalah belajar untuk mampu mengendalikan emosi karena bersama-sama dengan orang yang sudah pasti berbeda, kemampuan untuk memenej waktu, atau ajang untuk melatih diri agar bisa bertoleransi dan bertepaselira.

Inilah nilai dalam kebersamaan yang bisa saja tidak disadari. Sekarang kebersamaan tidak lagi menjadi pilihan.

Sekarang ini terdapat kecenderungan untuk sibuk dengan diri sendiri. Ini dapat dilihat dalam banyak kegiatan dimana secara fisik orang itu Bersama tetapi sibuk dengan aktivitas masing-masing.

Mereka asyik dengan gadget atau smartphone  masing-masing. Inilah realita yang terjadi di dunia kekinian.

Banyak hal yang bisa dilakukan melalui benda berbentuk segi empat yang dianggap sebagai benda cerdas.

Akibatnya adalah kebersamaan mulai terkikis. Yang dekat menjadi jauh dan yang jauh bisa lebih dekat.

Sayang sekali, semuanya seakan hampa dan tidak bernyawa.

Betapa indahnya kebersamaan! (*)

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved