Suhatri Bur Ulas Sejarah saat Paripurna HUT ke-189 Padang Pariaman
Senin (11/1/2022) ditetapkan sebagai hari jadi atau hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Padang Pariaman.
Penulis: Wahyu Bahar | Editor: afrizal
Kedua, proses terbentuknya daerah otonom perkotaan di Bovenlanden seperti Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh berawal dari adanya pasar-pasar serikat yang menjadi pusat keramaian dan basis hunian aparat yang membutuhkan fasilitas umum dan fasilitas sosial perkotaan. Seperti sekolah untuk anak-anak, kantor pos, air bersih dan listrik.
Di sisi lain, kawasan hinterland seperti Tanah Datar, Agam dan 50 Kota disamping sebagai daerah inti Minangkabau, juga sebagai supplier sembako bagi pasar-pasar serikat di sana. Begitu juga Kawasan Solok bagi Pasar Solok, Kawasan Sijunjung bagi Pasar Sawahlunto.
Minangkabau, kata Suhatri Bur sangat demokratis dan egaliter, semua daerah maju ke depan, begitu juga Padang Pariaman.
"Jangankan ka kalah, podo wae je, kami indak namuah doh (jangankan kalah, imbang saja kami tak mau)," imbuh dia.
Ia melanjutkan, masa lalu Padang Pariaman pada bagian pertiga pertama abad 19 atau hampir dua abad lalu.
"Menurut Rusli Amran di dalam bukunya 'Sumatera Barat sebelum Plakat Panjang' di tahun 1833 itu pernah terjadi tsunami. Sampai sepertiga Gunung Padang tergenang dan kapal-kapal di Pelabuhan Muara Padang terdampar sampai ke Pasa Mudiak dan Tanah Kongsi," ucap dia.
Mengenai bencana pada tahun 1833 tersebut, kata dia ditulis juga oleh Auto Biografer dan Konglomerat Pribumi Sumatra Westkust Moehammad Saleh Datoek Orangkaya Besar, dalam manuscriptnya bertajuk 'Pengalaman Hidoep Saja, Warisan Oentoek Anak Tjoetjoe'.
"Beliau yang sedang menjadi nakhoda Pencalang di dalam pelayaran menuju Bandar Sibolga Kawasan Tepian Naoeli sedang buang sauh di sebuah muara, menyaksikan perahu-perahu diambungkan ombak besar ke daratan," lanjut dia lagi.
Suhatri Bur di ujung pidatonya mengatakan, bahwa pidatonya kali ini tidak bernuansa politik, namun bernuansa historis dan kultural.
Terakhir kata dia, sudah dua tahun Pandemi Covid-19 melanda dunia, hingga ke daerah. Ia mengingatkan agar semua lapisan masyarakat tetap mentaati protokol kesehatan dan bersedia disuntik vaksinasi.
"Kami kira, tidak ada salahnya kita sedikit rileks untuk meningkatkan daya Imunitas tubuh. Sembari tetap mewaspadai kemungkinan datangnya bencana alam dan bencana kemanusiaan, yang kerapkali tidak mengenal batas batas teritorial dan strata sosial," pungkas Suhatri Bur.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/HUT-Padpar.jpg)