Breaking News:

Suhatri Bur Ulas Sejarah saat Paripurna HUT ke-189 Padang Pariaman

Senin (11/1/2022) ditetapkan sebagai hari jadi atau hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Padang Pariaman.

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: afrizal
TRIBUNPADANG.COM/WAHYU BAHAR
Hari jadi atau hari ulang tahun (HUT) ke-189 Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (11/1/2022), diperingati melalui rapat paripurna istimewa DPRD Padang Pariaman bertempat di Hall Ibu Kota Kabupaten (IKK) Parit Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumbar. 

TRIBUNPADANG.COM- Senin (11/1/2022) ditetapkan sebagai hari jadi atau hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Padang Pariaman.

Seremonial perayaan HUT Padang Pariaman ini diselenggarakan dengan rapat paripurna istimewa DPRD di Hall Ibu Kota Kabupaten (IKK) Parit Malintang.

Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur dalam sambutannya mengulas mengenai sejarah daerah yang biasa disebut Piaman Laweh tersebut.

Baca juga: Hari ini, HUT ke-189 Kabupaten Padang Pariaman, Para Tokoh Sumbar, Hadiri Rapat Paripurna Istimewa

Baca juga: Menikmati Panorama Keindahan Pantai Ketaping Padang Pariaman, Rekomendasi untuk Wisata Keluarga

Suhatri Bur melempar pepatah MinangKabau 'Pincalang biduak rang Tiku, didayuang sambia manungkuik, Basilang kayu dalam tungku, di sinan api mangkonyo iduik'.

"Pepatah ini menyiratkan bahwa di antara kita mempunyai latar belakang sejarah dan penetapan hari jadi yang berbeda, yang telah ditumbuhkembangkan menjadi sumber motivasi identitas serta kebanggan masing masing," ujar dia.

"Daerah Kabupaten Padang Pariaman dengan sebutan Piaman Laweh, Kota Padang sebagai kota tercinta, Kota Pariaman dengan moto Kota Sala Lauak, bahkan Kabupaten Kepulauan Mentawai dikenal sebagai Bumi Sikerei," tambah Suhatri Bur.

Keempat daerah otonom ini, kata dia telah 'duduk sama rendah dan tagak sama tinggi' satu sama lainnnya, tetapi memiliki marwah dan kebanggaan masing-masing.

Ia membayangkan, jika Padang Pariaman, Kota Padang dan Kota Pariaman serta Mentawai sama-sama menetapkan tanggal 11 Januari 1833 sebagai hari jadi, tentu hari ini diperebutkan.

"Karena 189 tahun lalu kita sama-sama berada di sana dan tentu hari ini akan kita perebutkan, sehingga kita tidak saling berkunjung, dan Pak Gubernur juga susah untuk berlaku adil," kata orang nomor satu di Padang Pariaman ini.

Ia memaparkan, tiap kabupaten dan kota masing masing mempunyai 'tuah' yang tidak dimiliki oleh yang lain, termasuk Agam dan Pasaman.

Halaman
123
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved