Harimau di Solok

BKSDA Halau Harimau Sumatera dari Koto Sani Solok, Tim Temukan Jejak Kaki 8 Centimeter

Tim BKSDA Sumatera Barat (Sumbar) berhasil menghalau Harimau Sumatera yang sempat berkeliaran di permukiman Nagari Koto Sani

Tayang:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/ist
JEJAK HARIMAU SUMATERA - BKSDA melakukan verifikasi jejak Harimau Sumatera di Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok, sempat meresahkan warga, Rabu-Jumat (15-17/4/2026) lalu. Kepala Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Sumbar, Mecky Aditya Ekaputra sebut Harimau Sumatera sudah dihalau ke kawasan Suaka Margasatwa Barisan. 

Ringkasan Berita:
  • Jejak harimau muncul di Koto Sani, warga langsung resah
  • Jejak ditemukan dekat rumah dan ladang warga
  • Tiga anjing dilaporkan jadi korban
  • BKSDA turun tangan, lakukan penghalauan cepat
  • Kini harimau hilang, tapi warga diminta tetap waspada

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Tim BKSDA Sumatera Barat (Sumbar) berhasil menghalau Harimau Sumatera yang sempat berkeliaran di permukiman Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok.

Petugas mengarahkan satwa langka tersebut kembali ke habitat alaminya setelah munculnya laporan jejak kaki yang meresahkan warga sejak pekan lalu.

Kemunculan jejak Harimau Sumatera (HS) di Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok, sempat meresahkan warga beberapa waktu lalu.

Diketahui, jejak Harimau Sumatera ini terlihat di permukiman warga sejak Rabu-Jumat (15-17/42026) lalu.

Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat  turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan penanganan.

Baca juga: Harga Emas Perhiasan Padang Stabil di Rp2,56 Juta per Gram, Simak Rincian Terbaru

Kepala Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Sumbar, Mecky Aditya Ekaputra mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan verifikasi di lapangan sejak Sabtu (18/4/2026) lalu.

“Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan dari wali nagari terkait kemunculan harimau di sekitar pemukiman dan area perladangan warga. Dari laporan yang kami terima, terdapat korban berupa tiga ekor anjing peliharaan,” katanya, Selasa (21/4/2026).

Kata dia, dari hasil verifikasi di lapangan, tim menemukan sejumlah tanda keberadaan harimau, di antaranya jejak kaki berukuran sekitar 8 sentimeter di sekitar pemukiman dan lahan warga.

Berdasarkan analisis ukuran dan pola jejak yang relatif seragam, diperkirakan hanya terdapat satu individu harimau dewasa yang berkeliaran di kawasan tersebut.

"Untuk penanganan awal, tim melakukan penghalauan menggunakan meriam karbit, mengarahkan satwa tersebut kembali ke habitat alaminya di kawasan Suaka Margasatwa Barisan," ujar Mecky.

Baca juga: Harga LPG Non Subsidi di Padang Naik Drastis, Warga Kaget hingga Pilih Pindah ke Tabung 3 Kg

Selain itu, pihaknya juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait langkah-langkah pencegahan mandiri guna mengurangi risiko interaksi negatif dengan satwa liar.

Warga diminta untuk beraktivitas secara berkelompok, menghindari kegiatan di malam hari, membuat suara keras saat berada di luar rumah, serta memastikan hewan ternak dan peliharaan ditempatkan di dalam kandang.

“Sejak dilakukan penghalauan, hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda baru aktivitas harimau di sekitar pemukiman maupun perladangan warga,” lanjut Mecky.

Mecky menambahkan, apabila ke depan kembali ditemukan indikasi keberadaan harimau, pihaknya akan memasang kamera jebak untuk memantau pola aktivitas satwa tersebut sebagai dasar penanganan lanjutan.

"BKSDA Sumbar juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan satwa liar di sekitar lingkungan mereka," tambahnya.

Baca juga: Wanda Terdakwa Mutilasi 3 Wanita di Padang Pariaman Tiba di Pengadilan, Keluarga Korban Minta Mati

Warga Dengar Gesekan Dinding

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved