Breaking News:

Hidayat Ungkap Nama, yang Dilantik sudah Meninggal di Pemprov Sumbar: Ahmad Zakri Sebut Rekomendasi

Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menemukan kejanggalan dalam pelantikan pejabat di lingkungan Pe

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA/BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR
Gubernur Sumbar Mahyeldi melantik dan pengambilan sumpah jabatan 414 pejabat administrasi ke dalam jabatan fungsional melalui penyetaraan lingkup Pemerintah Provinsi Sumbar di halaman kantor gubernur, Jumat (31/12/2021) malam. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menemukan kejanggalan dalam pelantikan pejabat di lingkungan Pemprov Sumbar beberapa waktu lalu.

Gubernur Sumbar Mahyeldi melantik dan pengambilan sumpah jabatan 414 pejabat administrasi ke dalam jabatan fungsional melalui penyetaraan lingkup Pemerintah Provinsi Sumbar di halaman kantor gubernur, Jumat (31/12/2021) malam.

"Dalam rangka tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, masih ditemukan adanya pejabat yang dilantik berstatus sudah meninggal,” kata Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar Hidayat, Senin (3/1/2022).

Kepala BKD Sumbar Ahmad Zakri saat ditemui TribunPadang.com membenarkan ada rekomendasi nama pejabat, yang telah meninggal untuk dilantik.

Baca juga: Pemprov Pastikan Pelantikan Amasrul sebagai Kadis PMD Sumbar Sudah Sesuai Aturan

Gubernur Sumbar Mahyeldi melantik dan pengambilan sumpah jabatan 414 pejabat administrasi ke dalam jabatan fungsional melalui penyetaraan lingkup Pemerintah Provinsi Sumbar di halaman kantor gubernur, Jumat (31/12/2021) malam.
Gubernur Sumbar Mahyeldi melantik dan pengambilan sumpah jabatan 414 pejabat administrasi ke dalam jabatan fungsional melalui penyetaraan lingkup Pemerintah Provinsi Sumbar di halaman kantor gubernur, Jumat (31/12/2021) malam. (ISTIMEWA/BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR)

Baca juga: Terlibat Laka dengan Angkot, Seorang Guru di Padang Meninggal Dunia dan Seorang Mahasiswa Luka-luka

"Adapun yang meninggal ada satu orang, dia meninggal akhir November 2021. Sementara usulan untuk pelantikan sudah lama, dan rekomendasinya baru keluar 31 Desember 2021," ujar Ahmad Zakri.

Pejabat tersebut, yang sebelumnya menjabat Kepala Sub Bagian Fasilitasi Perencanaan dan Pelaporan Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi.

Sejauh ini, pejabat yang bersangkutan dilantik menjadi Perencana Ahli Muda Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi.

Semula, kata Ahmad Zakri menegaskan nama tersebut sudah lama diusulkan.

"Nama-nama yang dinyatakan pensiun dan meninggal itu adanya di draft rekomendasi, bukan di SK. Di SK tidak ada nama-nama tersebut," ungkap Ahmad Zakri.

Lebih lanjut, Ahmad Zakri menyampaikan, keabsahan seseorang sebuah jabatan itu, diakui setelah pelantikan.

Walaupun namanya ada di dalam SK, kemudian tidak hadir pelantikan, dianggap tidak sah di jabatan itu.

"Nah, saat pelantikan nama yang meninggal dan pensiun tidak disebutkan, " tutup Ahmad Zakri. (TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita) 

 

 

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved