Jelang HCPSN, Ada Bunga Bangkai Jenis Amorphophallus Gigas dan Raflesia Arnoldi Mekar di Sumbar
Melihat bunga bangkai jenis Amorphophallus gigas dan spesies bunga langka Raflesia Arnoldi jelang Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) di Provi
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Mona Triana
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Melihat bunga bangkai jenis Amorphophallus gigas dan spesies bunga langka Raflesia Arnoldi jelang Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (4/11/2021).
Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) diperingati setiap tanggal 5 November untuk mengingatkan betapa pentingnya puspa dan satwa dalam kehidupan.
Peringatan ini bertujuan untuk saling mengingatkan dalam peningkatan kepedulian, perlindungan, pelestarian puspa dan satwa nasional.
Baca juga: Pesona Rafflesia Tuan-Mudae Jantan, Mekar Sempurna di Cagar Alam Maninjau Kabupaten Agam
Baca juga: Menjelang Akhir Tahun 2020 Bunga Rafflesia Bermekaran di Kabupaten Agam
* Bunga Bangkai Jenis Amorphophallus Gigas di Kabupaten Agam
Bunga bangkai jenis Amorphophallus Gigas tumbuh di kebun masyarakat di Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumbar.
Wali Nagari Koto Malintang, Naziruddin, bunga bangkai ini sekitar 200 meter dari pohon Medang raksasa yang ada di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumbar.
Pohon ini memiliki keliling mencapai 14,5 meter dengan diameter mencapai 4,5 meter lebih, dan tinggi lebih dari 35 meter.
Baca juga: Bunga Rafflesia Tuan-Mudae Mekar Sempurna di Cagar Alam Maninjau Agam, Diameternya 62,3 Cm
Baca juga: BKSDA Resor Agam Tinjau Bunga Rafflesia Arnoldii, Diperkirakan Fase Mekar Sempurna 2-3 Minggu Lagi
"Bunga bangkai ini tumbuh sekitar 200 meter dari pohon jenis Medang terbesar di Indonesia itu. Masih di dalam kawasan kebun kakao milik masyarakat," kata Naziruddin.
Naziruddin telah datang ke lokasi melihat secara dan tinggi bunga bangkai ini mencapai 4 meter.
"Kita mengetahuinya sekitar 3 bulan yang lalu, saat ini sudah diberitahukan kepada petugas BKSDA setempat. Rencanaya petugas BKSDA akan ke lokasi," katanya.
Ia mengatakan, petugas BKSDA menghubungi dirinya akan datang melihat secara langsung pada Sabtu 07 November atau Minggu 08 November 2021.
Baca juga: Bunga Rafflesia Kembali Ditemukan, Lokasi ke 14 Sebaran di Tanjung Raya Kabupaten Agam Sumbar
Baca juga: Cagar Alam Maninjau Ditutup Sementara, Khawatir Calon Bunga Rafflesia Terinjak Pengunjung
"Karena saat ini kebetulan pihak BKSDA sedang ada kegiatan di Kota Padang. Rencana Wakil Bupati Agam akan melihat secara langsung ke lokasi pada hari ini," katanya.
Naziruddin bersama keluarga telah memasang pagar seadanya dari bambu. "Kebetulan masih keluarga saya, jadi kami ambil saja bambu-bambu kecil untuk dijadikan pagar," katanya.
Ia memohon kepada petugas BKSDA Sumbar agar dibuatkan pagar lebih bagus sehingga saat mekar nanti bisa disaksikan bersama-sama.
"Dikarenakan ini tanaman langka dan dilindungi Undang-undang, dihimbau kepada masyarakat khususnya Nagari Koto Malintang agar menjaga kelastarian bunga atau tanaman ini," katanya.
Ia berharap tidak ada yang merusak bunga bangkai ini sehingga saat mekar dapat disaksikam secara bersama-sama.
Baca juga: BKSDA Resor Agam Awasi Lokasi Tumbuh dan Mekarnya Rafflesia Jenis Tuan-mudae
Baca juga: Pejabat Sumbar Ini Sempat Kunjungi Bunga Rafflesia Tuan-mudae Terbesar, yang Mekar di Agam
* Bunga Raflesia Arnoldi Mekar di Hutan Kabupaten Solok
Spesies bunga langka Raflesia Arnoldi ditemukan di hutan daerah Tangaya Aia Bareh, Jorong Balai Panjang, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumbar.
Ketua Pokdarwis Tangaya Saniangbaka, Eldo Askhia mengatakan salah penggerak Pokdarwis Tangaya Saniangbaka, mengatakan bunga ini sedang mekar pada saat ini.
"Sedang mekar bunganya, sekarang sudah memasuki mekar hari ke 5. Raflesia ini masa mekarnya ini hanya selama seminggu," kata Eldo Askhia.
Ia mengatakan, dari awal bongol sampai sempurna mekar itu membutuhkan waktu kurang lebih 4 tahun.
Dikatakannya, bunga ini dipagar menggunakan tali agar tidak rusak terinjak. Pada Senin (1/11/2021) diadakan acara treking bersama Pokdarwis Tangaya dengan anak Nagari Saniangbaka.
Kegiatan itu dilepas oleh Wali Nagari Saniangbaka, Bapak Candra Bahar, sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian alam.
"Lokasinya masih di perkebunan masyarakat. Himbauan sesuai dengan Undang-undang, flora ini harus dilestarikan, dijaga, dan tidak boleh diganggu," katanya.
Keuntungan yang didapatkan oleh Pokdarwis yang dikelolanya adalah dijadikan paket minat khusus eko wisata yang berbasis berkesinambungan menemui flora yang langka.
"Diketahui baru dalam bulan ini, sekitar 2 minggu sebelum mekar. Kalau sebelumnya sudah 7 tahun tidak ada muncul," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/bunga-langka-raflesia-arnoldi-ditemukan-di-hutan-daerah.jpg)