Aksi Konvergensi Stunting Pasaman Barat
STUNTING merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
d) terlaksananya konvergensi tingkat daerah dan nagari,
e) pemenuhan asupan kalori dan protein perkapita sesuai standar, dan
f) menjadikan keluarga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK) sebagai prioritas program.
Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama Yayasan Cipta dengan dukungan Tanoto Foundation sejak Bulan Maret Tahun 2021 telah melakukan pendalaman terhadap Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku untuk Percepatan Penurunan Stunting.
Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama Pemerintah dan Swasta dalam rangka bergerak bersama untuk mengatasi permasalahan sumber daya manusia.
Strategi komunikasi perubahan perilaku di Pasaman Barat menyasar kepada:
a) kampanye perubahan perilaku untuk masyarakat umum,
b) komunikasi antar pribadi sesuai konteks sasaran,
c) advokasi berkelanjutan kepada pengambil kebijakan, dan
d) pengembangan kapasitas pengelola program.
Rencana aksi perubahan perilaku terdiri dari tiga aspek, yaitu:
a) perencanaan, b) pelaksanaan, dan e) pemantauan dan evaluasi.
Aspek perencanaan, hal pokok yang harus dilaksanakan adalah mengidentifikasi perilaku sasaran prioritas, menetapkan tujuan umum dan tujuan khusus.
Yakni, berdasarkan prioritas, mengidentifikasi kelompok sasaran, menyusun pesan kunci komunikasi, mengembangkan materi komunikasi, menganalisa saluran komunikasi, dan menyusun rencana kegiatan, pembagian peran dan rencana pemantauan dan evaluasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/adv-pasbar.jpg)