Breaking News:

Opini

Perilaku Seksual Remaja di Pengaruhi oleh Media Sosial

Perkembangan teknologi yang semakin maju tidak dapat dipungkiri bahwa internet sangat dibutuhkan setiap orang, seperti media sosial. Menurut Adrianto

Editor: Mona Triana
Pixabay.com/FirmBee
ilustrasi 

Oleh : Haniey Fauziah

Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Andalas

Perkembangan teknologi yang semakin maju tidak dapat dipungkiri bahwa internet sangat dibutuhkan setiap orang, seperti media sosial. Menurut Adrianto (2011 :12) media sosial online disebut jejaring sosial online bukan media massa online, karena media sosial memiliki kekuatan sosial yanh sangat mempengaruhi opini. Bagi orang banyak khususnya kalangan remaja, media sosial menjadi candu membuat setiap penggunanya sangat ketergantungan yang mana penggunanya tiada hari tanpa membuka media sosial.

Media sosial dapat mempengaruhi penggunanya baik itu pengaruh positif maupun pengaruh negative. Pengaruh positif misalnya media sosial menjadi penunjang dalam menumbuhkan minat belajar seperti mengkases media sosial untuk ilmu pengetahuan. Sedangkan untuk pengaruh negative media sosial seperti mengakses situs-situs yang berbau pornografi dikarenakan kurangnya pengawasan dalam penggunaan media sosial tersebut.

Baca juga: Sumbar Peroleh Opini WTP Lima Tahun Berturut-turut, Gubernur Mahyeldi Singgung Ketaatan pada Aturan

Baca juga: Opini: Alumni Kuat Perguruan Tinggi Hebat

Menurut Lenhart, Smith, Anderson, Duggan, dan Perrin (Hermansyah, 2020) pada tahun 2015 telah mengidentifikasi bahwa kelompok usia 13-17 tahun merupakan pengguna berat media sosial, dengan 87% memiliki akses ke komputer, dan 58% ke perangkat tablet/smartphone. Hal ini dikategorikan usia remaja yang menjadi pengguna berat media sosial. Dalam pengguna media sosial pengguna cenderung menirukan apa yang ada pada media sosial seperti gaya berpacaran, kriteria lawan jenis, bahkan ketertarikan sesama jenis. Hal ini bisa terjadi karena pengaruh media sosial tersebut.

Dikutip dari artikel DPK Banten bahwa salah satu dampak negative dari media sosial itu Pornografi telah merajalela di media sosial/internet, sehingga kaum remaja banyak yang terpengaruh karenanya, gara-gara habis nonton film porno di medsos kemudian remaja berhubungan seks bahkan sampai berhubungan dengan sesama jenis atau homo. Seperti kita lihat sekarang ini sudah banyak orang terang-terangan di semua platform media sosial dalam mendukung kaum LGBT (Lesbian, Gay, Bisex, dan Transgender) atau dikenal dengan istilah kaum pelangi.

Baca juga: Padang Raih Opini WTP Sebanyak 8 Kali, Walikota Padang Hendri Septa Berkat Kerja Sama Antar Pihak

Baca juga: Sumbar Raih Opini WTP Keuangan 9 Kali Berturut-turut, Mahyeldi: Kita Tindaklanjuti Catatan dari BPK

Akses tentang kaum pelangi sangat gampang apalagi bagi remaja yang mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi itu, membuat remaja tersebut penasaran dalam proses hubungan sesama LGBT yang mana membuat remaja masuk ke dalam lingkaran tersebut. Seperti contoh, akses yang gampang mengetahuinya seperti dari film, awalnya remaja yang mengetahui cuplikan sebuah film dari platform media sosial seperti Instagram tentang sebuah hubungan sesama jenis dengan cuplikan film yang menggantung, rasa ingin tahu yang ada di diri remaja tersebut muncul untuk mencari lebih dalam lagi mengenai film tersebut.

Dengan perkembangan zaman sekarang yang canggih akses untuk menonton film sangatlah gampang, sudah banyak tersedia berbagai macam platform menonton online yang tersedia.

Baca juga: Seorang Guru Posting Sabu di Media Sosial, Langsung Dicokok Polisi di Rumahnya

Contohnya saja, cuplikan sebuah drama korea yang mana didalamnya terdapat pemain yang menyukai sahabatnya sendiri yang sesama jenis, yang awalnya remaja itu melihat di cuplikan tersebut di instagram lalu menjadi penasaran dan pindah untuk mengakses media platform menonton online untuk menontonnya untuk lebih jelas dan detail lagi agar rasa penasaran tersebut terjawabkan.

Tidak hanya dari trailer film yang bikin penasaran, banyak juga terdapat gerakan-gerakan pendukung LGBT atau kaum pelangi untuk bebas berpendapat bahwa mereka bagian dari kaum itu. Hal ini bisa kita simpulkan salah satu penyebab terpengaruhnya perilaku seksual remaja yang menyimpang tidak hanya salah dalam pergaulan kehidupan sehari-hari, tapi bisa juga berawal dari rasa keingintahuan yang muncul setelah bermain sosial media. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved