PTM di Padang

Orangtua Bersyukur Sekolah Tatap Muka di Padang Dimulai, Anak Tak Fokus Bila Belajar di Rumah

Di pintu gerbang sekolah ramai oleh para orang tua atau wali yang mengantar dan menjemput anak ke sekolah.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: afrizal
TribunPadang.com/RizkaDesriYusfita
Orangtua antar jemput anak saat hari pertama masuk sekolah di SD Negeri Percobaan Padang, Senin (4/10/2021) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Hari pertama masuk sekolah di SD Negeri Percobaan Padang ramai, Senin (4/10/2021). 

Di pintu gerbang sekolah ramai oleh para orang tua atau wali yang mengantar dan menjemput anak ke sekolah.

Ada yang rela menunggu berjam-jam hingga anaknya pulang dari sekolah. 

"Cucu saya baru kelas 2 SD. Orangtuanya kerja, jadi saya yang antar jemput," kata seorang kakek yang tak mau disebutkan namanya.

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka di SDN Percobaan Padang, Ada Syarat Khusus bagi Guru dan Tenaga Pendidikan

Baca juga: Hari Pertama Sekolah Tatap Muka di Padang, Siswa SD 27 Sungai Sapih: Seru, Ketemu Teman

Menurut dia, cucunya sangat antusias untuk bersekolah. 

"Dia anaknya agak agresif ya, jadi harus benar-benar diawasi," terangnya.

Orangtua lainnya, Melia, juga bersyukur sekolah bisa melaksanakan kegiatan PTM lantaran selama ini anaknya itu tampak jenuh dan bosan berada di rumah saja. 

"Kasihan ya kalau di rumah terus, anak susah untuk fokus, belajar lima menit habis itu tidak konsentrasi lagi."

"Kalau sama guru kan dia takut dan manut, kemudian di sekolah ia berkumpul dengan teman-teman sebayanya," terang Melia.

Melia juga menuturkan anak perempuannya itu sangat senang bisa kembali bersekolah.

Baca juga: Hari Pertama Sekolah Tatap Muka di Padang, Siswa Sekolah Bergiliran Sesuai Nomor Absen

Bahkan sebelum sekolah tatap muka berlangsung, anaknya sudah mempersiapkan alat tulis dan buku untuk dibawanya ke sekolah.

"Dia selalu nanya kapan sekolah? kapan sekolah? Tentunya kita bersyukur ya," jelas Melia. 

Meski awalnya ia mengaku sempat khawatir, takut anak lupa atau membuka masker saat di kelas atau mengobrol bersama teman-temannya. 

Namun, ia sudah menjelaskan ke anaknya agar tetap mengenakan masker. 

"Tetap harus tetap prokes, di sekolah guru juga memantau, anak diwajibkan pakai masker, orangtua juga menandatangani surat pernyataan," ucap Melia. (*)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved