Pengamat Khawatirkan Dampak Non Akademis pada Anak Bila Kelamaan PJJ, Dukung Sekolah Tatap Muka

Pegiat Pendidikan Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK), Kangsure Suroto menilai, mulai diberlakukannya pembelajaran tatap muka (PTM) menjadi kabar gembira

Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
Murid-murid yang sedang belajar daring di mushola Abdullah di Kampung Jambak, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, Jumat (28/8/2020). 

Lebih lanjut, Kangsure menyebut ketika anak-anak sudah terganggu dengan keberadaan gadget, media sosial, dan lain-lain, membuat anak dapat kehilangan kecerdasan sosialnya.

"(Gadget) ini berdampak pada kecerdasan sosial, kecerdasan emosional yang dimiliki anak."

"Anak-anak akhirnya menjadi tidak toleran, karena terlalu asik dengan bermain gadget tadi," ungkap Kangsure.

Selain itu, kata Kangsure, kecerdasan emosional sang anak relatif terganggu.

"Artinya justru itu menurut saya lebih mengerikan ketimbang dampak akademis," ujarnya.

Baca juga: Sukseskan Vaksinasi Tingkat Remaja, Camat Rahul Tapan Datangi Sekolah-sekolah

Vaksinasi Usia Pelajar

Sementara itu saat ini pemerintah Indonesia sudah melakukan program vaksinasi usia pelajar, 12-17 tahun.

Pemerintah menargetkan vaksin pada 26.705.490 orang di rentang usia ini.

Hingga Senin (13/9/2021) pukul 12.00 WIB, data Kementerian Kesehatan (Kemkes) mencatat dosis pertama vaksin Covid-19 sudah diterima oleh 3.146.916 orang (11,78 persen).

Sedangkan dosis kedua diterima oleh 2.162.921 orang (8,10 persen).

Berita terkait virus corona

(Tribunnews.com/Gilang Putranto)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dukung Sekolah Tatap Muka, Pengamat Khawatir Dampak Non Akademis pada Anak Bila Kelamaan PJJ

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved