Breaking News:

Pengamat Khawatirkan Dampak Non Akademis pada Anak Bila Kelamaan PJJ, Dukung Sekolah Tatap Muka

Pegiat Pendidikan Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK), Kangsure Suroto menilai, mulai diberlakukannya pembelajaran tatap muka (PTM) menjadi kabar gembira

Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
Murid-murid yang sedang belajar daring di mushola Abdullah di Kampung Jambak, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, Jumat (28/8/2020). 

TRIBUNPADANG.COM - Pegiat Pendidikan Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK), Kangsure Suroto menilai, mulai diberlakukannya pembelajaran tatap muka (PTM) menjadi kabar gembira yang patut disyukuri.

Kangsure mendukung kembalinya sekolah tatap muka dengan penyesuaian protokol kesehatan (prokes).

Sebagai pengamat pendidikan, Kangsure mengaku khawatir bukan pada aspek akademis anak-anak, melainkan aspek non akademis.

Kangsure menyebut paradigma pendidikan saat ini tidak lagi berfokus soal akademis.

"Tetapi juga aspek non akademisnya, makanya ada pendidikan budi pekerti dan sebagainya, UN (Ujian Nasional) tidak dijadikan dasar kelulusan, dan sebagainya," ungkap Kangsure dalam program diskusi Overview Tribunnews.com, Kamis (9/9/2021).

Baca juga: Gencarkan Vaksinasi Sumbar, Selain Ditinjau Jokowi, BIN Turun ke Ladang Warga di Dharmasraya

Dampak Negatif Gadget Membayangi

Kangsure menyebut terlalu lama PJJ membuat psikis anak-anak terganggu karena setiap hari menghadapi gawai atau gadget.

"Saya kira kalau disurvei, dugaan saya, hampir 80 persen teman anak-anak di rumah ini bukan orangtua, tapi gadget," ungkapnya.

Baca juga: Tim Inafis Polda Sumbar Lanjutkan, Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Bawah Kota Bukittinggi

Siswa belajar di bawah kolong rel kereta api Mangga Besar Jakarta Rabu (19/8/2020). Siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ)  dengan memanfaatkan internet gratis yang disediakan oleh sejumlah donatur. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Siswa belajar di bawah kolong rel kereta api Mangga Besar Jakarta Rabu (19/8/2020). Siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan memanfaatkan internet gratis yang disediakan oleh sejumlah donatur. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Baca juga: Gencarkan Vaksinasi Sumbar, Selain Ditinjau Jokowi, BIN Turun ke Ladang Warga di Dharmasraya

Apalagi, lanjut Kangsure, gadget menjadi prasyarat pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Artinya yang dulu tidak mengenal itu, kemudian dipaksa oleh keadaan untuk mengenal itu," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved