BKSDA Sumbar Lepasliarkan 2 Burung Brontok Bersama Kapolres Agam
BKSDA Sumbar bersama Polres Agam lepasliarkan 2 ekor satwa dilindungi jenis burung elang brontok (Nisaetus cirrhatus) di habitat asalnya, Rabu (8/9/20
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Mona Triana
"Melihat 2 ekor burung itu tidak bisa terbang, anggota Satpolair langsung mengamankan dan merawatnya beberapa hari," ujar Ade Putra, Rabu (8/9/2021).
Kata dia, setelah kondisi burung tersebut sehat dan lukanya sembuh. Selanjutnya, Aipda Tri Hariyanto menghubungi petugas BKSDA untuk menyerahkan satwa tersebut.
Petugas BKSDA pum membawa dan mengevakuasinya satwa ini ke Kantor Resor KSDA Agam di Lubuk Basung untuk diobservasi.
"Hasil observasi, diketahui kedua satwa berkelamin betina dan berusia 2-3 tahun. Pada tubuh satwa sudah tidak ditemukan luka, cacat ataupun tanda kekerasan lainnya," katanya.
Ia menjelaskan, satwa ini masih memiliki sifat liar dan agresif sehingga layak untuk dilepaskan kembali ke alamnya.
Baca juga: Macan Dahan Ditangkap Warga Setelah Memangsa Beruk di Pesisir Selatan, Diserahkan ke BKSDA Sumbar
"Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Aipda Tri Hariyanto yang telah ikut berupaya dalam penyelematan satwa burung elang yang dilindungi ini," katanya.
Ia menyebutkan, elang brontok adalah burung berukuran sedang sekitar 60 cm dan secara morfologi mirip seperti elang jawa.
Kata dia, keunikan elang ini adalah dua fase yang dialaminya, yaitu fase gelam dan fase terang.
Selain itu, elang brontok juga tebagi menjadi beberapa ras dan variasi bentuk, seperti elang brontok berjambul atau tanpa jambul.
"Bentuk sayap elang brontok agak membulat dan menekuk sedikit ke atas seperti elang jawa," ujarya.
Akan tetapi, perbedaannya terletak pada ukuran ekor yang lebih pendek, dua titik terang pada sayap serta garis vertikal di bagian dada saat fase terang.
Baca juga: Dugaan Perdagangan Tubuh Harimau Sumatera, BKSDA Sumbar Duga Ada Jaringan dan Mendalami Kasusnya
"Fase terang elang brontok ditandai dengan bagian bawah tubuh bercorak vertikal mirip elang hitam muda dan elang jawa, serta tubuh bagian atas berwarna cokelat," katanya.
Namun, untuk fase peralihan ditandai dengan warna bulu keabu-abuan pada bagian bawah dan bagian atas tetap berwarna cokelat.
Sedangkan fase peralihan bulu elang brontok akan berubah menjadi hitam pekat seperti elang hitam dewasa, namun tanpa warna kuning pada paruhnya.
"Populasi elang brontok dilindungi oleh undang-undang. Sedangkan menurut IUCN, statusnya berada dalam kondisi resiko rendah atau least concern," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/sebanyak-2-ekor-elangbrontok-dilepasliarkan-oleh.jpg)