Kunci Jawaban Tema
Tentukan Ide Pokok dari Masing-masing Paragraf Bacaan Kapal Phinisi Kapal Penjelajah Dunia
Menentukan ide pokok dari masing-masing paragraf bacaan Kapal Phinisi Kapal Penjelajah Dunia menjadi tugas yang disajikan dalam buku tema 1 kelas 5
21. Kaltim: Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Kalimarau, Datah Dawai, Melalan, Sangkimah, Temindung, Tanjung Bara, Tanjung Santan
22. Kalteng: Iskandar, Tumbang Kuala Kurun, Kuala Pembuang, H. Asan, Beringin
23. Kalsel: Syamsudin Noor, Warukin, Bersujud, Stagen
24. Kalut: Juwata, Pulau Bunyu, Yuvai Semaring, Long Apung, R.A. Bessing, Nunukan, Tanjung Harapan
25. Sulbar: Bandar Udara Tampa Padang, Mamuju
26. Sulut: Sam Ratulangi, Melonguane, Naha, Mopait
27. Sulteng: Kasiguncu, Mutiara SIS Al-Jufrie, Pogugol, Lalos, Syukuran Aminuddin Amir
28. Sultra: Betoambari, Matahora , Maranggo , Haluoleo, Sugimanuru, Sangia Ni Bandera
29. Sulsel: Sultan Hasanudin, Andi Djemma, Pongtiku, H. Aroeppala , Lagaligo , Inco Soroako Waws
30. Gorontalo: Bandar Udara Internasional Jalaluddin, Gorontalo
31. Malut: Emalamo, Gamarmalamo, Gebe, Kuabang, Oesman Sadik, Pitu, Internasional Sultan Babullah, Taliabu, Buli, Maba
32. Maluku: Patimura, Amahai, Bandaneira, Dobo, Dumatubun, Liwur Bunga, Mangole, Leti, Moa Namlea, Namrole, Nangasuri, Matilda Batlayeri, Purpura,
33. Papua Barat: Abresso, Anggi, Ayawasi, Babo, Bintuni, Inanwatan, Jeffman, Kambuaya, Kebar, Merdey, Pulau Gag, Rendani,Teminabuan, Wasior, Torea
34. Papua: Sentani, Frans Kaisepo, Mopah, Apalapsili, Arso, Mararena, Mindiptana, Moanamani
Kunci Jawaban Tematik Halaman 167

Peta di atas adalah peta jalur pelayaran antarpulau di Indonesia. Sekarang sebutkan nama pelabuhan di tiap-tiap provinsi di Indonesia.
1. NAD: Pelabuhan Krueng Geukueh, Pelabuhan Kuala Langsa, Pelabuhan Malahayati, Pelabuhan Yoseph Iskandar, Tapaktuan,
2. Sumut: Pelabuhan Tanjung Balai, Pelabuhan Kuala Tanjung, Batubara, Pelabuhan Belawan,
3. Sumbar: Pelabuhan Teluk Bayur, Pelabuhan Muara, Padang
4. Riau: Pelabuhan Sungai Pakning, Dumai,
5. Kepri: Pelabuhan Sekupang, Pelabuhan Nongsa, Pelabuhan ASDP Desa Jagoh, Lingga, Pelabuhan ASDP Dompak, Tanjungpinang,
6. Jambi: Pelabuhan Jambi, Pelabuhan Idris Sardi, Muara Sabak
7. Sumsel: Pelabuhan Tanjung Api-api, Palembang,
8. Babel
Pelabuhan Tanjung Pandan, Pelabuhan Pangkal Balam
9. Bengkulu: Pelabuhan Bengkulu, Bengkulu
10. Lampung: Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Panjang
11. Banten: Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten
12. Jakarta: Pelabuhan Sunda Kelapa, Pelabuhan Tanjung Priok
13. Jabar: Pelabuhan Cirebon, Pelabuhan Pramuka, Garut, Pelabuhan Pertiwi, Pamanukan, Subang
14. Jateng: Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap,
15. DIY: Pelabuhan Tanjung Adikarto
16. Jatim : Pelabuhan Batu Guluk, Kamal, dan Kalianget, Madura, Pelabuhan Kalimas, Ketapang, Surindro Supjarso, Popoh, Pelabuhan Ujung, Surabaya, Pelabuhan Tanjung Perak, Tanjung Tembaga, Tanjung Wangi
17. Bali: Pelabuhan Gilimanuk, Padangbai, Benoa, Celukan Bawangm Amuk, dan Nusa Penida
18. NTB: Lembar, Pelabuhan ASDP Kayangan, Pelabuhan Kabupaten Lombok Timur Labuhan Haji, Lombok
Pelabuhan Kapupaten Lombok Timur Tanjung Luar, Lombok
19. NTT: Waingapu, Sumba, Pelabuhan Tenau, Kupang, Pelabuhan Bung Karno, Ende, Pelabuhan Ippi, Ende, Kabupaten Belu, Larantuka, Lorosay,
20. Kalbar: Dwikora, Kalimantan Barat
21. Kaltim: TPK Palaran,Samarinda, Semayang, Balikpapan
22. Kalteng: Palangkaraya, Sampit-Kotim, Kumai-Kobar, Bagendang-Sampit, Kuala Pembuang-Seruyan, Kalimantan Tengah
23. Kalsel: Banjarmasin, Batu Licin, Satui, Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin
24. Kalut: Malundung, Tarakan
25. Sulbar: Polewali, Sulawesi Barat
26. Sulut: Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara
27. Sulteng: Pelabuhan Pantoloan, Pantoloan, Sulawesi Tengah
28. Sultra: Kendari, Sulawesi tenggara, Buton, Sulawesi Tenggara
29. Sulsel: Makassar, Tanjung Ringgit, Palopo, Belopa, Malili, Pare Pare, Barru , Paotere, Pelabuhan penyeberangan Bajoe-Watampone
30. Gorontalo: Pelabuhan Gorontalo, Pelabuhan Anggrek, Kwandang
31. Malut: Pelabuhan Ternate, Bul, Daruba Sanana, Tobelo, Labuha, Gebe, Jailolo, Soa Sio, dan Laiwui
32. Maluku: Pelabuhan Yos Soedarso, Banda, Tuhelu, Wahai, Waisarisa, Saumlaki, Namlea, Amahai, Geser, Leksula, Tual, Dobo, dan Wonreli
33. Papua Barat: Pelabuhan Sorong, Manokwari, Fak-fakm Kaimana, Bintuni, Taminabuan, dan Wasior
34. Papua: Pelabuhan Depapre, Jayapura, Biak, Merauke, Nabire, Agats, Pomako, dan Amahai
Kemajuan dan perkembangan bidang transportasi antarpulau akan makin memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena akan meningkatkan mobilitas antarpulau, sehinga akan memungkinkan terjadinya persebaran dan pertukaran sistem nilai dan budaya antarpulau. Jika sudah terjadi hal yang demikian maka setiap pulau termasuk masyarakatnya akan lebih merasa menjadi satu kesatuan dan menjadi bagian penting yang tak terpisahkan dari NKRI.
Kunci Jawaban Tematik Halaman 168
Ayo Mengamati
Amatilah perilaku orang-orang di sekitarmu. Tuliskan contoh-contoh kegiatan pengambilan keputusan bersama yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Alternatif Jawaban:
Sekolah:
- Pemilihan ketua kelas
- Diskusi kegiatan belajar kelompok
- Pemilihan ketua organisasi sekolah
- Menyukseskan kegiatan sekolah
Rumah:
- Penentuan lokasi liburan keluarga
- Pembagian tugas di rumah
- Penentuan tempat sekolah anak
- Penentuan waktu acara keluarga
Masyarakat:
- Rapat ronda malam
- Rencana kerja bakti setiap pekan
- Pemilihan ketua RT/RW
- Gotong royong pembangunan tempat ibadah
- Perumusan dan pengesahan rencana anggaran pendapatan dan belanja pembangunan RW/Desa.
Bangsa dan Negara:
- Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden
- Pemilihan Kepala Daerah
- Pemilihan Wakil Rakyat
"Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam sila-sila Pancasila apabila diamalkan akan menjamin kehidupan dalam berbangsa dan bernegara dengan lebih baik. Indonesia pun akan semakin disegani oleh bangsabangsa lain di dunia. Perasaan menjadi satu kesatuan sebagai bangsa Indonesia juga merupakan salah satu amanah dari Pancasila. Pancasila yang merupakan dasar negara menghendaki semua unsur dalam bangsa menjadi satu kesatuan layaknya sila-sila dalam Pancasila. Layaknya papan catur, berbeda warna terkotakkotak, namun membentuk satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Jika ada satu yang terpisah atau terlepas, papan catur tersebut tidak akan lagi bisa berfungsi."
Disclaimer:
- Soal ini berupa pertanyaan terbuka. Artinya, ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di atas.
(TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/kunci-jawaban-tema-1-kelas-5-sdmi-kurikulum-2013.jpg)