Breaking News:

Belum Dapat Anggaran dari Pemprov Sumbar, Laboratorium Unand Galang Donasi untuk Periksa Swab

Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) menggalang donasi untuk biaya pengambilan swa

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Saridal Maijar
Istimewa
Pengumuman permohonan donasi Laboratorium Unand. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) menggalang donasi untuk biaya pengambilan swab pengecekkan pasien covid-19.

Hal itu karena belum turunnya bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar).

Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand, Andani mengungkapkan bantuan anggaran dari Pemprov itu tidak ada sejak awal Januari 2021.

Baca juga: Pemprov Sumbar Bantu Lab Unand Mesin Real Time PCR

"Tidak tahu saya kenapa terhenti (tidak ada). Operasional labor jalan apa adanya saja," tutur Andani, Selasa (3/8/2021).

Ia mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemprov Sumbar.

Hal itu juga sudah direspon Gubernur dan Wagub Sumbar.

"Respon gubernur dan wagub, santai-santai saja," ucap Andani.

Baca juga: Laboratorium FK Unand Buka Donasi untuk Pengambilan Swab, Ini Kata Kepala Dinas Kesehatan Sumbar

Andani juga mengungkapkan meski demikian pihaknya sudah melakukan penggalangan dana yang sudah berlangsung sejak tiga hari terakhir.

Kemudian dana yang dikumpulkan tersebut akan digunakan untuk biaya consumables barang-barang plastik. Seperti filter tip, tabung dan cup-cup.

"Sebetulnya, donasi itu ditujukan kepada orang-orang yang melakukan pemeriksaan swab di Lab FK Unand. Kita berharap mereka menyumbang lah sedikit, masa enggak ada basa-basi sedikit, tujuannya itu sebenarnya," tutur Andani.

Baca juga: Hendri Septa Nonaktifkan Sekda Padang, Syafrial Kani: Dewan akan Bahas untuk Tentukan Sikap

Menurut Andani, Lab FK Unand ialah salah satu ujung tombak pengendalian Covid-19 di Sumbar.

Namun hal itu belum tentu semua orang memahami.

"(Labor ujung tombak), itu kan kata kita, kata gubernur belum tentu sama. Ke depan, jalani saja. Kalau tidak ada anggaran, cari akal."

"(Jika berhenti) gimana caranya berhenti? Masyarakat membutuhkan kita," ujar Andani. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved