Breaking News:

Jemaah Umrah Harus Karantina 14 Hari di Negara Transit, PT Al Ananda Labaik Kakbah: Beratkan Jemaah

Pemerintah Saudi mengizinkan jemaah internasional melaksanakan umrah mulai 10 Agustus mendatang bertepatan dengan tahun baru Islam 1443 H, termasuk ja

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Mona Triana
Thinkstock
ilustrasi-jamaah-umrah-di-mekkah 

Laporan Wartawan  TribunPadang.com, Rima Kurniati.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pemerintah Saudi mengizinkan jemaah internasional melaksanakan umrah mulai 10 Agustus mendatang bertepatan dengan tahun baru Islam 1443 H, termasuk jamaah umrah dari Indonesia.

Namun, jemaah Indonesia wajib melakukan karantina 14 hari di negara transit sebelum masuk ke wilayah Kerajaan Saudi Arabia (KSA)

Pimpinan PT Al Ananda Labaik Kakbah Lena mengatakan kebijakan karantina selama 14 hari ini akan memberatkan jemaah.

Baca juga: Arab Saudi Izinkan Umrah Mulai 10 Agustus 2021, Travel Umrah Padang: Sudah Lama Dinantikan

Baca juga: Biaya Umrah Diperkirakan Bakal Lebih Mahal, Syam: Untuk Karantina atau Protokol Kesehatan Lainnya

"Anggaplah biaya karantina Rp 250 ribu satu hari, jika dikalikan 14 hari, lalu ditambah biaya suntik ini dan pemeriksaan itu, biayanya akan memberatkan" kata Lena, Rabu (28/7/2021).

Menurutnya, pelaksanaan karantina selama 14 hari sangat tidak wajar dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit

Seharusnya waktu karantina diperpendek menjadi dua atau tiga hari saja.

Selain itu, waktu karantina yang lama juga berbeda dengan paket umrah yang biasanya dijual di Indonesia.

Baca juga: Kemenag RI Berharap Jamaah Umrah Indonesia Bisa Diberangkatkan, Tim Temui Dubes Arab Saudi

Baca juga: Soal Calon Jamaah Haji Batal Berangkat 2021, Aqobah Travel Haji dan Umrah di Padang Ikut Terdampak

Menurutnya, paket umrah biasanya hanya 12 hari dengan anggaran Rp 23 Juta.

Jika harus karantina 14 hari, anggaran yang semula Rp 23 Juta akan bertambah menjadi kisaran Rp 45 Juta.

"Karena uangnya akan habis selama pelaksanaan karantina 14 hari ini," tambahnya.

Sebagai pihak yang menyediakan paket travel umrah, pihaknya juga kebingungan berapa biaya paket perjalanan yang harus ditawarkan kepada jemaah Indonesia.

Baca juga: Berangkat Umrah Jalani Swab, 13 Jamaah Asal Indonesia Dinyatakan Positif Covid-19

Baca juga: Satgas Imbau Jamaah Umrah dan Penyelenggara Perhatikan Test dan Karantina, Upaya Cegah Covid-19

"Karantina selama 14 hari kemudian ibadah 12 hari dan setelah umrah harus karantina lagi,"

"Hampir satu bulan lamanya, kira-kira paketnya umrah berapa? tentu sangat tinggi," tambahnya.

Menurut Lena, kebijakan karantina 14 hari bagi jemaah umrah akan merugikan jemaah Indonesia, termasuk jemaah asal Sumbar. (*)
 

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved