Breaking News:

Seekor Tapir Terjerat di Perkebunan Warga, BKSDA Limapuluh Kota Lakukan Penanganan & Dilepasliarkan

Seekor satwa langka dilindungi jenis tapir (tapirus indicus) ditemukan  terjerat di perkebunan warga di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumb

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Mona Triana
Dok Kepala Resort KSDA Limapuluh Kota
Petugas BKSDA dan masyarakat saat membantu adanya satwa jenis tapir terjerat di perkebunan warga 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, LIMAPULUH KOTA - Seekor satwa langka dilindungi jenis tapir (tapirus indicus) ditemukan  terjerat di perkebunan warga di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar).

Penemuan satwa ini dilaporkan oleh warga dan aparat Pemerintah Nagari Tanjung Pauh, Kecamatan Pangkalan Koto Baru.

Kepala Resort KSDA Limapuluh Kota, Martias saat dihubungi TribunPadang.com mengatakan kalau satwa tapir terjerat diperkebunan warga pada Rabu tanggal 14 Juli 2021.

Baca juga: Sempat Gigit Manusia, BKSDA Sumbar Amankan Owa Siamang dari Rumah Warga Pasaman Barat

Baca juga: 2 Ekor Simpai yang Ditinggal Induknya Ditemukan Petani di Pasaman, Kini Dirawat BKSDA Sumbar

Ia mengatakan, setelah laporan masuk dan pihaknya langsung melakukan pengecekan ke lokasi yang berjarak sekitar 80 kilometer dari Kota Payakumbuh.

"Saat sampai, kita lihat ada satu ekor satwa tapir terperangkap jerat babi di lokasi kebun gambir masyarakat di daerah Rimbo Data Nagari Tanjuang Pauh, Kecamatan Pangkalan, Koto Baru, kabupaten Lima Puluh Kota," katanya.

Pihaknya datang ke lokasi bersama dengan masyarakat dan melepaskan jerat yang terpasang di kaki satwa.

Baca juga: Anggota Opsnal Satreskrim Polres Agam Serahkan Satwa Kukang ke BKSDA Resor Agam

Baca juga: Warga Lubuk Basung Temukan Anak Buaya Muara, BKSDA Resor Agam Masih Mencari Lokasi Untuk Lepasliar

Baca juga: Seorang Warga Limapuluh Kota Tewas Diterkam Binatang Buas, BKSDA: Kemungkinan Harimau atau Beruang

"Kita periksa kakinya, dan tidak ada luka yang serius. Selanjutnya langsung dilepasliarkan," katanya.

Ia menyebutkan, setelah dilepaskan jerat dan diperiksa kakinya.

Pihaknya bersama-sama menggiring satwa dilindungi itu masuk ke dalam hutan.

Tapir termasuk jenis satwa yang dilindungi sesuai peraturan Menteri LHK nomor P.106 tahun 2018. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved