Breaking News:

2 Ekor Simpai yang Ditinggal Induknya Ditemukan Petani di Pasaman, Kini Dirawat BKSDA Sumbar

BKSDA Sumatera Barat (Sumbar) merawat 2 ekor anak simpai atau surili sumatera yang ditemukan seorang petani di Kabupaten Pasaman.

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Saridal Maijar
IST/BKSDA Sumbar
Dua ekor simpai yang kini dirawat oleh BKSDA Sumbar. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) merawat 2 ekor anak simpai atau surili sumatera yang ditemukan seorang petani di Kabupaten Pasaman.

Simpai atau surili sumatera adalah salah satu monyet endemik pulau Sumatera.

Secara umum surili sumatera atau simpai mempunyai ciri khas jambul pada kepalanya yang menyerupai mahkota.

Baca juga: Fakta Lain di Balik Video Viral Pemuda Siksa Simpai di Sumbar, Ternyata Obati Satwa yang Terluka

Surili sumatera ini memiliki keragaman warna bulu antar subspesies. Ada yang berwarna abu-abu, hitam, hingga kecoklatan.

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumbar, Ade Putra mengatakan, satwa itu ditemukan oleh petani bernama Mukhlis (50) warga Aia Manggih, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman.

Ia mengatakan, dua anak simpai itu ditemukan pada Selasa (6/7/2021) tanpa induk.

"Ditemukan di kebun oleh warga bernama Mukhlis di Aia Manggih. Jadi ditemukam tanpa induknya," kata Ade Putra, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Fakta-fakta Pemuda Diduga Siksa Simpai di Sumbar, Ternyata Upaya Obati Satwa Langka yang Terluka

Ia mengatakan, saat ini satwa itu sudah dirawat di Kantot Resor KSDA Pasaman.

Ade Putra menyebut, satwa tersebut akan dirawat karena usianya yang masih kecil.

"Saat ini usia dari satwa yang ditemukan adalah 6 bulan dan satu lagi 2 bulan," katanya.

Ia menjelaskan, lepas liar dilakukan setelah satwa itu bisa mencari makan sendiri atau dapat bertahan hidup di dalam habitat aslinya.

Baca juga: VIRAL Video Pemuda Aniaya Satwa Langka Simpai, BKSDA Sumbar: Kabarnya di Lintau Tanah Datar

"Ya, akan dilepasliarkan ketika sudah layak untuk dikembalikan ke alam," katanya.

Ia menyebutkan, simpai termasuk hewan yang dilindungi berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved