Seorang Warga Limapuluh Kota Tewas Diterkam Binatang Buas, BKSDA: Kemungkinan Harimau atau Beruang

Seorang warga dilaporkan meninggal dunia diduga diterkam binatang buas di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar).

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Saridal Maijar
Tribun Manado/Net
Ilustrasi korban tewas 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, LIMAPULUH KOTA - Seorang warga dilaporkan meninggal dunia diduga diterkam binatang buas di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar).

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (30/6/2021) malam lalu di Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota.

"Betul, kejadiannya pada Rabu malam. Perkiraannya, korban diduga diserang hewan buas," kata Wali Nagari Koto Bangun, Yusarlis, Sabtu (3/7/2021).

Baca juga: Damkar Turunkan 6 Armada Padamkan Kebakaran Rumah di Seberang Padang, Beruntung Tak Ada Korban

Ia menyebutkan, dugaan tersebut berdasarkan apa yang dilihat dari mayat korban.

Ia menyebutkan, warga tersebut bernama Mak Adis (53) yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Korban ditemukan di pinggir aliran Sungai Batang Simonok," katanya.

BKSDA Sumbar melalui Kepala Resort KSDA Limapuluh Kota, Martias juga menduga korban diserang binatang buas.

Baca juga: Macan Dahan Mati Ditembak Warga, Imbas Terkam 2 Ekor Kambing di Sarilamak 50 Kota

"Kami juga sudah mendapat laporannya, kemungkinannya antara harimau dan beruang," katanya.

Selain itu, Kapolsek Kapur IX, Iptu Despa Ningrat, juga menduga korban diserang hewan buas.

"Diduga diterkam hewan buas melihat bekas luka korban," kata Iptu Despa Ningrat.

Kata dia, ada luka bekas cakar sama gigitan di tubuh korban.

"Kejadian pada Rabu (30/6/2021), korban ini biasanya mencari ikan dari pagi, tapi sampai malam tidak pulang-pulang," katanya.

Baca juga: Anak Buaya Muara Diduga Tersesat di Sungai Batang Lolo Agam, Dievakuasi BKSDA Sumbar

Selanjutnya, pihak keluarga khawatir dan dilakukan pencarian sehingga ditemukan dalam kondisi luka cakar.

"Selanjutnya dibawa ke puskesmas, tapi hanya dilakukan visum luar karena pihak keluarga tidak mau," katanya.

Kata dia, kejadian ini sudah dilaporkan ke pihak BKSDA dan sudah datang melihat ke lokasi kejadian.

"Imbauan dari kami, berharap masyarakat pergi ke ladang atau hutan kalau dapat berdua. Jangan pergi sendiri-sendiri," katanya.

Ia menjelaskan, profesi korban memang mencari ikan di aliran Sungai Simonok. (*)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved