PPKM di Padang

Tak Patuhi PPKM Mikro di Padang 44 Pelanggar Ditindak Petugas Gabungan, Pelaku Usaha dan Perorangan

Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di Kota Padang, sebanyak 44 pelanggar sudah ditindak petugas gabungan Pemko Padang.

Penulis: Rima Kurniati | Editor: afrizal
Humas Pemko Padang
Wali Kota Padang Hendri Septa saat monitoring pemberlakukan batas berusaha saat PPKM, Kamis (9/7/2021) malam 

Laporan Wartawan  TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di Kota Padang, sebanyak 44 pelanggar sudah ditindak petugas gabungan Pemko Padang.

Hal ini dikatakan kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang Alfiadi, Sabtu (10/7/2021)

Alfiadi mengatakan hari pertama PPKM mikro diberlakukan terdapat 25 pelanggar yang ditindak petugas gabungan.

Baca juga: Soal Penerapan PPKM Darurat di Padang, Wali Kota Hendri Septa: Senin Dibahas dengan Gubernur

Baca juga: Objek Wisata di Padang Tutup Selama PPKM, Dispar: Setiap Gerbang Dipasang Spanduk Pemberitahuan 

"Lalu semalam, kita masih lakukan penindakan, masih ada 19 pelanggar yang kita tindak," kata Alfiadi, Sabtu (10/7/2021).

Penindakan pelanggar PPKM menyesuaikan perwako dan Perda nomor 21 tahun 2021 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru.

Pelanggaran prokes biasanya pelaku usaha tidak menerapkan aturan pembatasan kapasitas tempat duduk.

"Ada yang tempat duduknya tidak dibatas menjadi 25 persen, dan ada juga yang tidak memberi tanda silang, tidak ada tempat pencuci tangan dan lainnya," ujarnya.

Denda bagi pelaku usaha yang tidak mematuhi ketentuan harus membayar denda adminstrasi Rp 500 Ribu.

Sementara bagi pelanggar yang tidak pakai masker, dendanya Rp 100 ribu.

Baca juga: Sosialisasi PPKM Mikro di Padang, Polsek Lubeg Ingatkan 7 Warung Makan untuk Patuhi Aturan

Baca juga: BREAKING NEWS: PPKM Darurat akan Diterapkan di Padang, Bukittinggi dan Padang Panjang

"Totalnya 44 pelanggar yang kita tindak, pelaku usaha yang melanggar sebanyak 3 orang," ujarnya.

"Sejauh ini kita belum melakukan penindakan dengan mengangkat kursi pelaku usaha yang melanggar, kita masih denda," ungkapnya.

Alfiadi mengatakan, ke depan pola pengawasan dilakukan dengan mengharapkan laporan masyarakat.

Selain itu, petugas akan melakukan pengawasan secara diam-diam.

"Kita lihat ke tempat yang sudah disosialisasikan, jika melanggar kita foto, videokan dan denda langsung,"

"Kita butuh juga laporan dari masyarakat dengan bukti yang cukup dan bisa dipertanggungjawabkan," tambahnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: PPKM Darurat akan Diterapkan di Padang, Bukittinggi dan Padang Panjang

Baca juga: Selama PPKM Mikro, 75 Persen ASN Pemko Padang Bekerja di Rumah, Ini yang Boleh Ngantor

Menurutnya, data pelaku yang melanggar akan diinput pada Sipelada.

Jika nanti melanggar lagi akan dilakukan proses hukum.

"Jika masih melanggar dua kali bisa kena Rp 15 Juta. Namun belum ada yang sampai kena dua kali," tambahnya. (*)
 

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved