Breaking News:

Langkah Pemko Solok Setelah Masuk Daftar 4 Daerah Wajib PPKM Mikro di Sumbar

Pemko Solok sudah melaksanakan video conference bersama Gubernur Sumbar dengan tiga kota lainnya yang juga terkena kebijakan itu.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: afrizal
TribunPadang.com/Rezi Azwar
Rapat Koordinadi terkait Pelaksanaan PPKM untuk menekan peningkatan Covid-19, Rabu (7/7/2021) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kota Solok masuk daftar 4 daerah yang terkena kebijakan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Sumbar.

Menindaklanjuti hal itu, Pemko Solok sudah melaksanakan video conference bersama Gubernur Sumbar dengan tiga kota lainnya yang juga terkena kebijakan itu.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Solok, Nurzal Gustim mengatakan, kebijakan itu sempat menjadi pertanyaan bagi pihaknya.

Baca juga: Hari Pertama PPKM Mikro di Padang, Pemko Maksimalkan Sosialisasi Selama Dua Hari

Baca juga: Padang Panjang Terapkan PPKM Mikro, Kegiatan Keagamaan Tetap Dibolehkan, Prokes seperti PSBB

Walaupun demikian, kata dia, yang namanya instruksi tentu harus dilaksanakan.

"Kita tidak bisa serta merta melakukan karena kita juga bingung, dari Satgas Provinsi ditetapkan sebagai zona kuning Covid-19, tahu- tahu keluar intruksi Mendagri, PPKM mikro diperketat," ujar Nurzal Gustim, Kamis (8/7/2021).

Terlepas dari kriteria pengetatan PPKM mikro, sebut Nurzal Gustim, yang pasti masyarakat tahunya Kota Solok zona kuning Covid-19.

Menurutnya hal itu tentu menimbulkan pertanyaan.

"Kok diketatkan, malah zona orange enggak diketatkan, itu tentu butuh proses juga untuk menyampaikan ke masyarakat," terang Nurzal Gustim.

Berdasarkan hasil rapat, ungkap Nurzal Gustim, Kota Solok tetap melaksanakan PPKM mikro.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved