Padang Panjang Terapkan PPKM Mikro, Kegiatan Keagamaan Tetap Dibolehkan, Prokes seperti PSBB

Pemerintah Kota Padang Panjang mulai membatasi kegiatan masyarakat.  Hal tersebut dilakukan lantaran Kota Padang Panjang masuk dalam daftar daerah ya

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Mona Triana
Kominfo Padang Panjang
Fadly saat melakukan rapat teknis penerapan PPKM Mikro dengan Forkopimda, OPD, camat dan lurah se-Kota Padang Panjang di Hall Lantai III Balaikota, Rabu (7/7/2021) 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PANJANG - Pemerintah Kota Padang Panjang mulai membatasi kegiatan masyarakat. 

Hal tersebut dilakukan lantaran Kota Padang Panjang masuk dalam daftar daerah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat (PPKM) Mikro di luar Pulau Jawa dan Bali.

Wali Kota Fadly Amran menegaskan akan mengimplementasikan seluruh Instruksi Menteri Dalam Negeri No 17 Tahun 2021 tentang PPKM Berbasis Mikro.

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar 8 Juli 2021 Pagi, Kasus Positif Tembus 54.186, Meninggal Dunia 1.243 Orang

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar Rabu 7 Juli 2021 Pagi, Sudah 53.511 Warga Terinfeksi Covid-19, Ini Sebarannya

Baca juga: Kepala Laboratorium FK Unand Andani: Virus Corona Varian Delta, Diduga Sudah Masuk Sumbar

Selain itu juga akan mengoptimalkan posko pengamanan Covid-19 di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran virus Covid-19 di Kota Serambi Mekkah tersebut.

“Kami tekankan kepada seluruh satgas dari camat dan lurah se-Kota Padang Panjang untuk dapat betul-betul mengimplementasikan seluruh instruksi Mendagri."

"Untuk satgas, kami minta untuk selalu mengawasi seluruh aktivitas yang terjadi di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Fadly saat melakukan rapat teknis penerapan PPKM Mikro dengan Forkopimda, OPD, camat dan lurah se-Kota Padang Panjang di Hall Lantai III Balaikota, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar Selasa 6 Juli 2021 Pagi, 677 Pasien Masih Dirawat di Sejumlah Rumah Sakit

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar Senin Pagi 5 Juli 2021, Sudah 53.126 Warga Terinfeksi Covid-19, Ini Sebarannya

Baca juga: Buntut Viral Video Emak-emak Sebut Tidak Takut Corona, Satpol PP Padang Panggil Pengelola Restoran

Dikatakan Fadly, dari sebelas poin yang berlaku dalam pengetatan PPKM Mikro, ada satu poin yang berbeda penerapannya. 

Yaitu, untuk kegiatan ibadah tetap dilaksanakan, walaupun dalam instruksi Mendagri tidak dibuka. 

Hal ini sebelumnya juga sudah melalui pembahasan dengan Pemprov Sumatera Barat beserta MUI dan Forkopimda Provinsi serta masukan dari kota-kota yang masuk daftar PPKM (Padang, Bukittinggi, Solok), termasuk Padang Panjang.

Segala bentuk kegiatan ibadah, tetap dibuka dan berjalan sebagaimana mestinya. Tetapi kembali kepada tahapan prokes saat masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dulu.

Baca juga: Viral Video Emak-emak Sebut Jangan Takut Corona, Polisi : Kita Akan Lidik dan Panggil

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar 29 Juni 2021 Pagi, Sebanyak 608 Pasien Masih Dirawat di Sejumlah Rumah Sakit

Di antaranya, karpet masjid dibuka dan pakai masker. 

"Itu semua akan betul-betul kita cek dan evaluasi di lapangan,” tegasnya.

Lebih lanjut Fadly menerangkan, Padang Panjang merupakan satu dari empat kota di Sumatera Barat yang mendapat penerapan PPKM Mikro di luar Jawa dan Bali. 

Hal ini disebabkan karena tingginya angka positive rate sebesar 38 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved