Opini
Wisata Instagramable, Meninggalkan Pengalaman Mengesankan atau Cuma Setor Konten Medsos ?
Media sosial (khususnya Instagram) menjadi sebuah wadah penyampaian informasi di ranah digital yang sedang digandrungi oleh masyarakat.
Kawasan wisata Mandeh di Pesisir Selatan memiliki keindahan alam yang berbeda dengan kawasan pantai Air Manis di Kota Padang. Alam Danau Maninjau tentu memiliki keindahan alam yang khas dan berbeda dengan alam Danau Singkarak maupun Danau Diateh dan Dibawah.
Baca juga: Menyelisik Kopi Buk Nur Aia Dingin Kabupaten Solok, Ketenangan Hidup Ada di Kopi
Bisa kita simpulkan, potensi wisata alam yang menawarkan kecantikan alam adalah nilai Instagramable yang harus didapatkan oleh para wisatawan sehingga memunculkan ketertarikan wisatawan untuk mengunjungi daerah wisata tersebut.
Namun, konsep instagramable ditangkap berbeda oleh masyarakat di kawasan destinasi wisata. Berdasarkan pengamatan dan riset penulis, ditemukan bahwa wisata yang instagramable itu ialah wisata kalibiru dan wisata landmark luar negeri.
Wisata kalibiru bisa dikatakan sebagai suatu daerah wisata dengan tampilan spot foto berupa panggung kayu berlatarbelakang alam, dan dihiasi oleh pernak-pernik berwarna. Sementara itu, wisata landmark itu adalah wisata yang mengusung budaya dan landmark ikonik mancanegara di dalam negeri.
Kedua tipe wisata tersebut pada intinya memiliki kesamaan, yaitu destinasi wisata yang berupaya menarik minat pelancong wisata dengan menyediakan spot-spot untuk berfoto selfie. Jangankan Indonesia, kita pun dapat dengan mudah menemukan sejumlah destinasi wisata di Sumatera Barat dengan mengedepankan tema wisata kalibiru maupun wisata landmark.
Fenomena wisata instgramable menjadi sebuah perdebatan di tengah-tengah masyarakat. Ada yang pro, ada juga yang kontra dengan fenomena wisata instagramable.
Menjadikan suatu destinasi wisata alam sebagai destinasi tujuan wisata yang instagramable sekiranya sah-sah saja, jika masyarakat suatu daerah menyadari betul apa yang menjadi potensi wisata di daerahnya masing-masing.
Daerah yang potensi wisata alam seperti pantai tentu memiliki keindahan alam yang berbeda dengan daerah potensi wisata seperti pegunungan, air terjun, dataran tinggi, kawasan danau, dan sebagainya. Para wisatawan akan merasa tertarik mengunjungi destinasi wisata karena penasaran akan keindahan alam dari tujuan destinasi tersebut.
Oleh karena itu, kepada masyarakat, penting sekiranya untuk tahu betul bagaimana mengemas potensi wisata daerahnya menjadi destinasi wisata yang semakin dikenal dan mampu menarik minat dan memberikan pengalaman mengesankan kepada wisatawan.
Tidak cukup sebatas teori saja, tetapi kita perlu menyinggung bagaimana realitas dari fenomena wisata instagramable, khususnya di Sumatera Barat. Kita bisa melihat bagaimana indahnya alam yang terbentang di kawasan Lembah Harau yang berada di Payakumbuh, Kabupaten 50 Kota.
Keindahan Lembah Harau terlihat dari bentangan alam nan hijau yang diapit oleh dua tebing yang begitu tinggi, dan semakin cantik dengan adanya air terjun. Keindahan ini menjadi potensi yang luar biasa yang dimiliki oleh kawasan Lembah Harau. Namun di sebagian kawasan Lembah Harau, ada satu destinasi yang dinamakan sebagai Kampung Eropa Lembah Harau.
Kehadiran miniatur Eropa di sebagian kawasan Lembah Harau menuai banyak komentar oleh kalangan masyarakat. Ada sebagian yang menyukai konsep wisata instagramable di Lembah Harau ini, dan ada juga yang kontra dengan konsep ini. Mereka yang menyukai konsep wisata instagramable seperti itu karena mereka merasa tidak perlu jauh-jauh lagi pergi ke luar negeri jikalau sudah bisa berfoto di miniatur menara Eifel ala-ala Perancis, atau miniatur Big Bang ala-ala Inggris, atau berfoto naik sampan ala-ala Venice di Italia.
Akan tetapi, bagi mereka yang tidak menyukai konsep wisata ini, mereka beralasan bahwa konsep wisata dengan menampilkan landmark ikonik negara luar negeri di dalam negeri seperti tidak percaya diri dengan potensi, kekhasan, keunikan, dan identitas wisata daerah sendiri. Wisata domestik sejatinya mempromosikan keunikan, kekhasan, dan potensi destinasi wisata sendiri kepada publik sehingga dengan demikian, para pelancong wisata pun merasa berminat, tertarik, hingga mempersiapkan perjalanan ke tujuan destinasi tersebut.
Baca juga: Serunya Berkunjung ke Desa Wisata Tungkal Selatan Kota Pariaman, Sajikan Beragam Wahana
Selain menganggap wisata instagramable dengan menampilkan sejumlah landmark ikonik mancanegara, temuan penulis juga menyatakan bahwa destinasi wisata yang instagramable juga identik dengan banyak pernak-pernik spot-spot berfoto selfie.
Pernak-pernik tersebut berupa panggung kayu di atas pohon, atau sebuah frame (bingkai) seperti gapura yang dihiasi berbagai hiasan dan berwarna-warni, terkadang warna yang dimunculkan terkesan ramai, bahkan bertabrakan dengan warna-warna di lokasi wisata alam tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/mishbah-el-yaser-mahasiswa-pascasarjana-ilmu.jpg)