Breaking News:

Menyelisik Kopi Buk Nur Aia Dingin Kabupaten Solok, Ketenangan Hidup Ada di Kopi

Kopi Buk Nur Arabika Anduang Parahu, Aia Dingin, Buk Nur, Kopi Arabika, Kebun Kopi, Jorong Koto Baru, Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti

Penulis: Mona Triana | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Mona Triana
Jamirus (60) Suami Buk Nur, Petani Kopi di Aia Dingin Kabupaten Solok 

Membina petani dan bangkit bersama adalah cara terbaik untuk maju daripada sendiri kemudian lupa diri, tertulis pada spanduk yang tertempel di samping rumah Buk Nur.

Silih berganti warga berdatangan ke rumah Buk Nur yang beralamat di Jorong Koto Baru, Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Sabtu (12/6/2021).

Saat itu hujan tengah turun membasahi Nagari Aia Dingin, meskipun cuaca hujan warga tetap datang membawa ceri kopi hasil panen yang dipetik langsung dari kebun kopi di Aia Dingin, terlihat waga membawa ceri kopi menggunakan karung yang dipikul di atas kepala mereka.

“Semakin sore akan semakin banyak warga datang membawa ceri kopi ke sini,” kata Jamirus (60) suami Buk Nur.

Petani kopi datang membawa hasil panen ceri kopi ke UPH Buk Nur
Petani kopi datang membawa hasil panen ceri kopi ke UPH Buk Nur (TribunPadang.com/Mona Triana)

Jamirus dan Buk Nur mengurus Unit Pengolahan Hasil (UPH), petani kopi yang ada di Jorong Koto Nagari Aia Dingin mengantarkan hasil panen kopi mereka setiap hari ke tempat Buk Nur.

Nama Buk Nur tidak akan terdengar asing bagi mereka yang berada di dunia perkopian Indonesia.

Kopi Buk Nur dulunya sangat terkenal sampai ke pulau Jawa, bahkan masuk dalam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2 tahun 2016 lalu.

Tampak Depan Rumah Buk Nur, Setiap Hari Petani Kopi Mengantarkan Hasil Panen Ceri Kopinya ke Sini
Tampak Depan Rumah Buk Nur, Setiap Hari Petani Kopi Mengantarkan Hasil Panen Ceri Kopinya ke Sini (TribunPadang.com/Mona Triana)

Dalam adegan film AADC 2 Nicholas Saputra yang berperan sebagai Rangga datang ke Klinik Kopi Yogyakarta. Di atas meja Klinik Kopi terlihat deretan biji kopi dan terpajang foto Buk Nur bersama suami di kebun milik mereka.

Saat ini nama kopi Buk Nur memang sedang meredup dan tidak tersedia lagi di Klinik Kopi, akan tetapi bukan berarti kopi Buk Nur tidak ada.

Produksi kopi mengalami penurunan akibat pandemi dan awal Desember 2020 lalu, Buk Nur sakit, tiba-tiba pingsan hingga sekarang Buk Nur belum mampu untuk berdiri, Buk Nur hanya bisa terbaring di atas kasur di sudut rumahnya.

Buk Nur Terbaring di Atas Kasur Rumahnya karena Sakit yang Diderita Awal Desember 2020
Buk Nur Terbaring di Atas Kasur Rumahnya karena Sakit yang Diderita Awal Desember 2020 (TribunPadang.com/Mona Triana)
Halaman
1234
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved