Breaking News:

Cerita Korban Kebakaran Kandang Beserta 14 Kambing Setelah Dibantu PT Semen Padang

Raut wajah Bambang Sugiatno tampak bahagia saat didatangi rombongan CSR PT Semen Padang, Selasa (6/7/2021) sekitar pukul 16.00 WIB.

Editor: Saridal Maijar
IST/Humas PT Semen Padang
Bambang Sugiatno saat menerima bantuan dari rombongan CSR PT Semen Padang, Selasa (6/7/2021). 

"Kami berharap Pak Bambang kembali membangun kandang kambing yang sebelumnya ludes terbakar bersama 14 ekor kambing," kata Rinold.

Dia mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat di lingkungan perusahaan.

"PT Semen Padang mampu berkembang hingga saat ini, tidak terlepas dar dukungan masyarakat lingkungan. Mudah-mudahan, perhatian dan hubungan baik yang telah terbina selama ini bisa terus dipertahankan," ujar Rinold.

Baca juga: HUT ke- 63 Tahun Nasionalisasi Semen Padang: Bangkit dan Berkembang di Tangan Anak Bangsa

Sebelumnya, sebuah kandang kambing di Jalan Gadut, RT01/RW02, Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, ludes terbakar pada Jumat (2/7/2021) dini hari.

Akibatnya, sebanyak 14 dari 16 ekor kambing mati, karena terperangkap di dalam kandang berukuran 8x4 meter yang terbakar tersebut.

Pemilik kandang, Bambang Sugiatno menyebut bahwa peristiwa kebakaran ini baru diketahuinya sekitar pukul 04.45 WIB dinihari, setelah diberitahu warga.

Mendengar informasi tersebut, Bambang yang saat itu masih berada di rumahnya yang berjarak sekitar 30 meter dari kandang, kaget dan langsung bergegas menuju kandang kambingnya.

Baca juga: Jadwal Indonesian e-Football League 2, Match Week 5 Semen Padang FC Kontra Persijap Jepara

Kemudian dibantu warga sekitar, kobaran api yang membumbung di kandang kambing itu langsung dipadamkan dengan air seadanya.

Sekitar pukul 07.15 WIB, api berhasil dipadamkan. Bambang menduga, kebekaran tersebut kemungkinan disebabkan oleh tumpukan kayu yang sengaja dibakarnya sore sebelum kejadian.

"Kemungkinan kebakaran itu terjadi, karena sebelumnya saya sempat membakar tumpukan kayu untuk membuat asap agar tidak banyak nyamuk. Diduga karena angin kencang, api membesar dan membakar kandang beserta 14 ekor kambing saya. Rencananya, sebagian kambing itu akan saya jual untuk kurban," ujarnya. (adv)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved