Nilai Apa Sajakah yang Dapat Kamu Simpulkan dari Cerita Jejak Pemuda Pembangun Desa?

Nilai apa sajakah yang dapat kamu simpulkan dari cerita Jejak Pemuda Pembangun Desa di atas?

Tayang:
Editor: Saridal Maijar
Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013
Nilai Apa Sajakah yang Dapat Kamu Simpulkan dari Cerita Jejak Pemuda Pembangun Desa? 

Saat ayahnya pulang, Fatih berkata kepada ayahnya, “Tadi Fatih melihat mas Iwan sudah pulang, Ayah. Katanya ia mau menetap di desa ini, masak jauh-jauh sekolah di kota, mas Iwan kembali lagi ke desa kecil ini? Padahal konon di kota banyak pekerjaan yang berpenghasilan tinggi, kan Ayah?”

Ayah tersenyum lalu duduk di samping Fatih. “Kamu tahu peternakan Kambing Etawa yang ada di desa ini?”

“Tahu Ayah. Memangnya kenapa dengan peternakan itu?” Tanya Fatih penasaran.

“Peternakan itu dirintis oleh mas Iwan dan beberapa warga desa ini. Dulu, kambingnya masih kecil, tetapi sekarang sudah bisa menghasilkan susu kambing murni yang banyak dicari orang,” jelas Ayah. “Selain itu, mas Iwan juga mengelola kebun sayur organik. Sayur organik adalah sayur yang ditumbuhkan dan dipupuk tanpa menggunakan zat kimia, jadi lebih sehat!”

“Wah, mas Iwan masih mudah sudah punya peternakan dan kebun sendiri, ya Yah!” ucap Fatih kagum.

Ayah melanjutkan, “Tidak hanya itu. Dengan ilum yang didapat saat kuliah, mas Iwan juga membuat budidaya jamur tiram di desa ini. Ia mengajak warga sekitar untuk mengelolanya, sehingga pendapatan mereka sehari-hari meningkat. Akibatnya warga jadi terbantu untuk menyekolahkan anak-anak mereka dan memenuhi kebutuhan lainnya. Hebat, kan?”

Fatih tidak menyangka, ternyata di desanya masih banyak hal yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan warganya.

“Nanti, mas Iwan juga mau membuka perpustakaan kecil agar kamu dan teman-temanmu dapat memanfaatkannya,” kata Ayah lagi.

Fatih bertambah kagum. Ternyata mas Iwan benar-benar memanfaatkan ilmu yang dimilikinya untuk membangun desa mereka.

“Fatih ingin seperti mas Iwan yang membangun desa kita, Ayah,” kata Fatih.

“Pasti bisa, Fatih. Kamu hanya perlu terus belajar. Mau kerja di kota atau di desa, yang penting jadilah berguna bagi bangsa dan negara ini,” nasihat Ayah sambil tersenyum.

Disadur dari Nusantara Bertutur, Kompas, Minggu 3 September 2017

(TribunPadang.com)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved