Nilai Apa Sajakah yang Dapat Kamu Simpulkan dari Cerita Jejak Pemuda Pembangun Desa?

Nilai apa sajakah yang dapat kamu simpulkan dari cerita Jejak Pemuda Pembangun Desa di atas?

Tayang:
Editor: Saridal Maijar
Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013
Nilai Apa Sajakah yang Dapat Kamu Simpulkan dari Cerita Jejak Pemuda Pembangun Desa? 

TRIBUNPADANG.COM - Nilai apa sajakah yang dapat kamu simpulkan dari cerita Jejak Pemuda Pembangun Desa di atas?

Pertanyaan tersebut merupakan soal halaman 216 Tema 9 Kelas 6 SD/MI, materi Aku Cinta Membaca, Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 edisi revisi 2018.

Berikut pertanyaan dan kunci jawaban Tema 9 Kelas 6 halaman 216:

Nilai apa sajakah yang dapat kamu simpulkan dari cerita di atas?

Jawaban:

Nilai suka bekerja keras, rela berkorban, memberi pertolongan orang lain, nilai cinta tanah air, gemar melakukan kegiatan kemanusiaan, saling mencintai sesama manusia.

Jawaban lengkapnya klik DI SINI

Jejak Pemuda Pembangun Desa
Oleh Herdita Dwi Rahmadhiany

Fatih sedang menyapu halaman rumahnya yang ada di Desa Hargotirto, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Saat itulah ia melihat seorang pemuda muncul membawa tas ransel besar dari ujung jalan.

“Wah, mas Iwan sudah pulang!” sorak Fatih. Ia berlari menghampiri pemuda itu. Mas Iwan adalah tetangga Fatih. Ia sejak lama dikenal warga sebagai pemuda yang baik dan pintar. Mas Iwan tidak pelit berbagi ilmu. Sebelum kuliah di kota, ia sering mengajari Fatih dan kawan-kawan pelajaran sekolah.

“Halo, Fatih!” sapa mas Iwan ramah

“Mas Iwan apa kabar? Kuliahnya bagaimana, mas?” balas Fatih bertanya.

“Kabar saya baik. Sekarang saya sudah lulus. Jadi, saya kembali ke sini.” jawab mas Iwan

“Selamat, ya mas!” ucap Fatih. “Mas tidak lanjut kerja di kota?”

“Mas Iwan tersenyum.” Saya mau menetap dan bekerja di sini.” jelas mas Iwan sambil melihat jam tangan. “Maaf, ya Fatih! saya sedang buru-buru. Saya hendak pulang dulu bertemu Ayah dan Ibu,” pamit mas Iwan, Fatih Mengangguk.

Saat ayahnya pulang, Fatih berkata kepada ayahnya, “Tadi Fatih melihat mas Iwan sudah pulang, Ayah. Katanya ia mau menetap di desa ini, masak jauh-jauh sekolah di kota, mas Iwan kembali lagi ke desa kecil ini? Padahal konon di kota banyak pekerjaan yang berpenghasilan tinggi, kan Ayah?”

Ayah tersenyum lalu duduk di samping Fatih. “Kamu tahu peternakan Kambing Etawa yang ada di desa ini?”

“Tahu Ayah. Memangnya kenapa dengan peternakan itu?” Tanya Fatih penasaran.

“Peternakan itu dirintis oleh mas Iwan dan beberapa warga desa ini. Dulu, kambingnya masih kecil, tetapi sekarang sudah bisa menghasilkan susu kambing murni yang banyak dicari orang,” jelas Ayah. “Selain itu, mas Iwan juga mengelola kebun sayur organik. Sayur organik adalah sayur yang ditumbuhkan dan dipupuk tanpa menggunakan zat kimia, jadi lebih sehat!”

“Wah, mas Iwan masih mudah sudah punya peternakan dan kebun sendiri, ya Yah!” ucap Fatih kagum.

Ayah melanjutkan, “Tidak hanya itu. Dengan ilum yang didapat saat kuliah, mas Iwan juga membuat budidaya jamur tiram di desa ini. Ia mengajak warga sekitar untuk mengelolanya, sehingga pendapatan mereka sehari-hari meningkat. Akibatnya warga jadi terbantu untuk menyekolahkan anak-anak mereka dan memenuhi kebutuhan lainnya. Hebat, kan?”

Fatih tidak menyangka, ternyata di desanya masih banyak hal yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan warganya.

“Nanti, mas Iwan juga mau membuka perpustakaan kecil agar kamu dan teman-temanmu dapat memanfaatkannya,” kata Ayah lagi.

Fatih bertambah kagum. Ternyata mas Iwan benar-benar memanfaatkan ilmu yang dimilikinya untuk membangun desa mereka.

“Fatih ingin seperti mas Iwan yang membangun desa kita, Ayah,” kata Fatih.

“Pasti bisa, Fatih. Kamu hanya perlu terus belajar. Mau kerja di kota atau di desa, yang penting jadilah berguna bagi bangsa dan negara ini,” nasihat Ayah sambil tersenyum.

Disadur dari Nusantara Bertutur, Kompas, Minggu 3 September 2017

(TribunPadang.com)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved