Antre Truk di SPBU
Solar Langka di Padang, Ketua DPRD Sumbar Menduga Terjadi Penimbunan: Ada Mafia di Sana
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar mulai terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Padang, Sumatera Barat.
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Saridal Maijar
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar mulai terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Padang, Sumatera Barat.
Akibat kelangkaan itu, terjadi antrean panjang di jalan raya di sekitar SPBU yang masih menyediakan solar.
Di antaranya SPBU Pasar Ambacang Kecamatan Kuranji dan SPBU Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).
Baca juga: Solar Langka di Padang, Sopir Truk Rela Bermalam di SPBU Air Pacah: Antre Sejak Siang Kemarin
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Sumbar, Supardi mengatakan, kuota BBM jenis solar di Sumbar tidak pernah berkurang, kebutuhan juga tidak pernah bertambah.
Supardi menduga adanya kemungkinan pelaku mafia solar di balik kelangkaan solar yang terjadi.
"Kalau terjadi kelangkaan solar, berarti ada mafia di sana."
"Bisa jadi digunakan untuk hal lain di luar kendaraan, misal untuk kebun dan lain sebagainya," tegas Supardi.
Baca juga: Antre Panjang Truk di SPBU Air Pacah Padang, Warga Pasang Kursi Agar Warung Mereka Tak Tertutupi
Supardi menyebut, antrean solar sangat mengganggu lalu lintas perjalanan.
Karena yang banyak memanfaatkan solar itu truk-truk dan mobil besar.
Mereka terpaksa mengantre di luar jalan sehingga bikin macet.
"Itu berlaku untuk seluruh jalan yang ada," terang Supardi.
Baca juga: Antre Panjang Pengisian Solar di SPBU Pasar Ambacang Padang Sudah Terjadi Sejak 10 Hari Terakhir
Supardi meminta Pertamina mengecek kelangkaan solar yang terjadi.
Ia juga meminta Pertamina segera menindaklanjuti agar tak ada lagi kelangkaan solar.
Selain itu, ia turut meminta aparat penegak hukum menindak tegas bagi pihak atau oknum tertentu yang terbukti menimbun solar untuk kemudian dijual kepada pihak lain, selain masyarakat.
"Kita minta kepada pemerintah dan pihak terkait termasuk Pertamina dan pihak kepolisian untuk bisa menuntaskan persoalan ini."
"Kemarin juga ada kelangkaan BBM di Pasaman. Kini solar pula, kalau tidak dituntaskan oknum yang mencoba bermain, saya yakin dan percaya persoalan ini akan terus berulang. Ini sangat menganggu masyarakat kecil," ujar Supardi.
Baca juga: Antrean Panjang di SPBU Pasar Ambacang By Pass Padang, Sopir Sebut Gara-gara Solar Langka
Supardi juga mendesak Pertamina lebih mengevaluasi dan mengawasi tentang masalah distribusi solar termasuk juga kepada pemerintah dan pihak kepolisian agar bisa mengusut tuntas persoalan kelangkaan solar.
Ia mensinyalir ada oknum tertentu yang mencoba memanfaatkan solar untuk kepentingan lain.
"Bisa jadi dibawa ke luar daerah Sumbar dan lain sebagainya."
"Kemungkinan itu bisa terjadi karena secara kuota tidak berkurang, kebutuhan tidak bertambah."
"Mustahil kalau solar secara menyeluruh berkurang di Sumbar," tutur Supardi.
Saat ini TribunPadang.com masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak Pertamina terkait penyebab kelangkaan solar ini.
Hingga berita ini diturunkan, TribunPadang.com masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari Officer Communication & Relations Pertamina MOR I, Haris Yanuanza.
Pesan singkat yang dikirim belum dijawab.
Begitu saat TribunPadang.com menghubungi lewat sambungan telepon, belum ada respon dari bersangkutan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/ketua-dprd-sumbar-supardi-saat-berdiskusi-dengan-awak-media-senin.jpg)