Peringatan Hari Bumi 2021 di Sumbar: Bersama Merawat Bumi dengan Menebar Eco Enzyme
Pandemi Covid 19 yang menghancurkan sendi kehidupan social, ekonomi dan budaya manusia di seluruh dunia masih belum memperlihatkan tanda-tanda akan be
Dalam rangka Peringatan Hari Bumi 2021 ini, Ecoenzyme yang digunakan merupakan sumbangan dari semua anggota komunitas Ecoenzyme di Sumatera Barat.
Tommy Adam selaku penanggung jawab kegiatan ini dari WALHI Sumatera Barat mengajak ikut serta dalam kegiatan serta mendapatkan informasi lebih lanjut dengan mengunjungi media social WALHI Sumatera Barat ataupun media social anggota Komunitas Eco Enzyme Sumatera Barat.
"ECOBY sendiri menyumbangkan hampir setengah dari semua Eco Enzyme yang digunakan. ECOBY pun juga memproses Eco Enzyme menjadi hand sanitizer dan dibagikan peserta dalam kegiatan ini sebagai bagian dari protokol kesehatan," papar Tommy Adam.
Baca juga: Walhi Sumbar Bagikan Hand Santizer di Pusat Keramaian dan Sosialisasi Seputar Covid-19
Baca juga: Walhi Sumatera Barat Minta Wali Kota Padang Batalkan Izin Sirkus Lumba-lumba
Catatan Terkait Pandemi
Terkait Pandemi (Covid-19) kali ini, diulas bahwa menunjukan kehancuran lingkungan dan ekosistem bumi yang dampaknya diluar prediksi dan kendali manusia dengan semua pengetahuan dan teknologi yang dimiliki.
Situasi ini sebenarnya sudah pernah dipotret oleh Rachel Carson dalam buku “Silent Spring” yang diterbitkan April 1962 menggambarkan dunia tidak baik-baik saja dengan mewabahnya virus-virus ganas.
Mewabahnya virus, penyakit dan kuman ini karena rusaknya habitat mereka karena ulah manusia.
Pada April 1970, Gaylord Nelson seorang pengajar lingkungan di Amerika Serikat menggagas aksi penduli lingkungan dan pendidikan public tentang polusi.
Aksi Nelson tergerak setelah melihat kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh tumpuhan minyak besar-besaran di Santa Barbara, California.
Nelson dibantu oleh Dennis Hayes dan Pete McCloskey serta 85 orang staf berhasil mengorganisir 20 juta orang di seluruh Amerika Serikat untuk memulai protes pada 20 April 1970.
Aksi Nelson menjadi tonggak sejarah peringatan Hari Bumi setiap tahunnya yang diperingati pada setiap tanggal 22 April.
Dan hari ini kita melihat bumi kita tidak baik-baik saja, beban akibat kerusakan lingkungan yang kita tanggung selama ini tidak hanya Pandemi Covid 19 tapi juga bencana ekologis, polusi udara, polusi air dan polusi tanah yang tidak hanya disebabkan oleh industri.
Namun, ini juga terkait penggunaan bahan kimia untuk keperluan rumah tangga dan pertanian dalam jumlah yang tidak terkendali. (*/rel)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/yose-walhi20.jpg)