Banjir di Pesisir Selatan
Korban Banjir di Ranhul Tapan Pesisir Selatan: Belum Ada Bantuan yang Turun
Banjir melanda Nagari Binjai Tapan Kecamatan Ranah Ampek Hulu (Ranhul) Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Saridal Maijar
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Banjir melanda Nagari Binjai Tapan Kecamatan Ranah Ampek Hulu (Ranhul) Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).
Kebanyakan warga masih bertahan di rumah masing-masing.
Menurut seorang warga setempat, Hendri Minastha, air mulai menggenangi kampungnya Minggu (28/3/2021) sekitar pukul 19.00 WIB.
Baca juga: Update Banjir Nagari Binjai Tapan, Tanggul Sungai Jebol, Warga Butuh Makanan Cepat Saji dan Pakaian
"Sekarang masih dalam. Paling parah pada malam hari, masalahnya arus Sungai Batang Tapan sudah mengarah ke pemukiman penduduk. Jadi, kemungkinan satu hingga dua hari ini tidak akan surut," ujar Hendri.
Hendri menuturkan, tadi malam ketinggian air mencapai dada orang dewasa.
Kini sudah mulai surut, meski air masih di atas lutut.
Warga yang rumahnya terkena banjir mengungsi ke tempat keluarganya. Ada yang masih bertahan menunggu air surut.
Baca juga: UPDATE Banjir Ranah Ampek Hulu Tapan Mulai Surut, Masih Ada Sekitar 30 Rumah Warga Terendam
Walau ada beberapa warga yang memilih mengungsi ke tempat keluarganya, banyak juga warga yang masih memilih bertahan di rumahnya.
"Saat ini belum ada bantuan yang turun. Kebutuhan yang mendesak yakni beras karena terendam, enggak bisa masak lagi."
"Ada lahan-lahan pertanian seperti sawah dan ladang yang terdampak, ternak warga juga, ada kerbau yang mati," tutur Hendri.
Hendri menyebut, rumahnya ikut terdampak. Air setinggi lutut.
Baca juga: Banjir di Ranah Ampek Hulu, Camat Sebut Ada 771 KK Terdampak, Air Lebih Tinggi dari Kejadian 2018
Namun, rumahnya termasuk kawasan yang agak tinggi. Baru banjir sekarang terdampak.
"Banjir sebelumnya tidak terlalu parah, kalau sekarang itu dampak banjir tiga kali lipat dari biasanya," ungkap Hendri yang juga Ketua Pemuda Binjai Tapan.
Hendri berharap warga tak kebanjiran lagi.
Ia juga berharap ada langkah antisipasi dari pemerintah, khawatir akan terjadi hujan deras dan banjir lagi di daerah itu.
"Kami minta kalau bisa sungai itu harus dinormalisasi secepatnya supaya tidak terdampak lagi. Kalau bisa bukan untuk sementara, tapi permanen," harap Hendri. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/banjir-di-peseel-daerah-tapan.jpg)