Breaking News:

Dugaan Penyelewengan Dana Covid

Dugaan Mark Up Harga Hand Sanitizer, Bos Batik Tanah Liek Bantah Beri 'Fee' ke Istri Pejabat Sumbar

Pansus DPRD Sumbar telah memanggil rekanan yang memenangkan pengadaan hand sanitizer untuk penanganan Covid-19.

TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA
Owner Galeri Batik Tanah Liek, Yori Oktorino, saat memperlihatkan bukti izin pengadaan alat kesehatan di Padang. 

Dalam pengadaan barang, kata Yori, pihaknya sebelumnya melakukan penawaran ke BPBD Sumbar.

Kemudian BPBD memanggil, pihaknya menyanggupi.

Baca juga: Dugaan Penyelewengan Dana Covid-19 Sumbar, Pengamat Hukum Kesehatan: Sanksinya Hukuman Mati

"Dapat proyek dari istri BPBD itu sama sekali tidak benar."

"Dapat proyek kita kasih penawaran ke BPBD. Kemudian BPBD menelfon memanggil karena mereka melakukan pengadaan untuk handsanitizer."

"Kita sanggupi. Itu sudah berjalan sesuai keaadaanya," jelas Yori.

Pada saat pandemi 2020, kata Yori, pihaknya melakukan pembelian barang alat kesehatan itu melalui Broker.

Kondisinya sangat darurat, bahkan mencari handsanitizer tidak bisa, tidak ditemukan, masker semua langka.

Baca juga: Dugaan Penyelewengan Dana Covid-19 Sumbar, Pansus DPRD: Perusahaan Batik Mengadakan Hand Sanitizer

"Jadi kita melalui broker, broker yang mengambil ke istri Kepala BPBD."

"Soal harga, kita punya faktur, itu sudah diperiksa BPK, kita sudah serahkan semua, penyediaan yang kita lakukan di BPBD, semua di BPK harganya 27 ribu," ungkap Yori.

Terkait kenapa harus ada pengembalian, Yori mengungkapkan, setelah pemeriksaan kemungkinan karena ada keterkaitan istri BPBD di dalam proyek itu.

Halaman
1234
Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Saridal Maijar
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved