Breaking News:

Webinar

Bedah Buku: Berkota Berbangsa Bernegara, Catatan Pemikiran Miko Kamal untuk Kota Padang

Selama ini orientasi pendidikan dasar hanya sebatas membentuk anak-anak cerdas, namun belum membuat anak-anak memiliki rasa empati

REPRO FOTO/TRIBUNPADANG.COM/EMIL MAHMUDSYAH
Cover Buku Berkota Berbangsa Bernegara karya Miko Kamal, yang dibedah bukunya secara virtual, Jumat (12/2/2021) malam. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Guna membangun kota, bangsa dan negara seyogianya diawali dengan membangun jiwanya. Selama ini orientasi pendidikan dasar hanya sebatas membentuk anak-anak cerdas, namun belumlah menyentuh anak-anak untuk terbiasa berempati terhadap di sekitarnya.

Hal itu merupakan satu pointer penting, yang dikemukakan oleh Miko Kamal, Penulis buku berjudul "Berkota Berbangsa Bernegara" dalam forum bedah buku yang berlangsung secara virtual pada Jumat (12/2/2021).

Menurutnya, pemikiran yang dituangkan ke dalam bukunya, sebagian merupakan kumpulan dari sejumlah tulisan yang telah dipublih di media massa. 

Baca juga: Mahasiswa Ditantang untuk Berani Menulis, Unand Siap Tindaklanjuti Bedah Buku Virtual

Baca juga: IKA Unand Bedah Buku, Kumpulan Tulisan Eksponen Alumni Unand: Inspirasi Untuk Kedjajaan Bangsa

"Esensinya dalam pendidikan dasar adalah untuk membangun cara anak-anak berempati, bukannya penekanan cara berhitung dan dijejali dengan tugas-tugas. Apabila fokus pendidikan dasar ini telah beres, maka akan membuat bangsa kita menjadi besar. Contohnya, mengajari mulai dari (usia) anak-anak agar jangan membuang sampah sembarangan, lalu diajari untuk menghormati orangtua," papar Miko Kamal dalam forum virtual yang diikuti puluhan partisipan, termasuk TribunPadang.com, Jumat malam.

Dalam simpulan yang dibacakan menjelang penutupan bedah bukunya, Miko Kamal berpendapat tahap pembangunan kota, seyogianya melibatkan segenap elemen masyarakat. Artinya, imbuh Miko bukan hanya sebatas melibatkan pihak pemerintah saja.

Sementara itu, para pembahas yaitu: Hendri Septa selaku Wakil Walikota (Wawako) Padang, serta Asrinaldi (Ketua Program Studi/Prodi Kebijakan Universitas Andalas/Unand) , Edi Endrizal, M.Si, Dosen Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Unand, Adel Wahidi, M.H, (Ketua Yayasan 4 Mei/Asisten Muda Ombudsman RI) terakhir, Yurnaldi Padukaraja (Wartawan Senior).

Cover Buku Berkota Berbangsa Bernegara karya Miko Kamal, yang dibedah bukunya secara virtual, Jumat (12/2/2021) malam.
Cover Buku Berkota Berbangsa Bernegara karya Miko Kamal, yang dibedah bukunya secara virtual, Jumat (12/2/2021) malam. (REPRO FOTO/TRIBUNPADANG.COM/EMIL MAHMUDSYAH)

Baca juga: Webinar Series #9 Semen Padang: Momentum Nataru, Bahas Tema Liburan Sadar Covid

Baca juga: Webinar Sejarah FIB Unand Mengungkap Kisah-kisah di Penjara Plantungan, Lecturer Program 2020

Para pembahas memberikan sarat masukan terhadap kupasan buku karya Miko Kamal oleh seorang di antaranya, Asrinaldi menyinggung pentingnya untuk membangun kota itu, maka tergantung dari ujung tombak pemerintah eksekusi di kelurahan. 

Sementara itu, pembahas lainnya, Adel Wahidi, M.H, menyebutkan pejabat wali kota serta wakilnya sebagai pembina pejabat publik lalu dalam struktur pejabat di kelurahan harus diberdayakan.

Terakhir, pembahas Yurnaldi menyoroti betapa rincinya Miko Kamal selaku penulis buku menyajikan narasi yang dikemas layaknya karya seorang jurnalis.

Miko Kamal selaku Penulis Buku; Berkota Berbangsa Bernegara menyerahkan secara langsung buka karyanya kepada para pengurus Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Sumatera Barat (Sumbar) di Kota Padang, baru-baru ini.
Miko Kamal (tengah) selaku Penulis Buku; Berkota Berbangsa Bernegara menyerahkan secara langsung buka karyanya kepada para pengurus Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Sumatera Barat (Sumbar) di Kota Padang, baru-baru ini. (ISTIMEWA)

Di antaranya, tersaji mirip feature dan mengarah investigatif dalam menggali data untuk penulisan buku tersebut. Terungkap, dalam buku karya Miko Kamal terdapat beragam masalah perkotaan serta sumbangan pemikiran sekaligus solusinya.

Bedah buku virtual yang sesuai jadwal pada Jumat (12/2/2021) mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB mendapat animo yang lumayan dari mayoritas partisipan yang bertahan hingga akhir acara. 

Sebelumnya, agenda ini yang difasilitasi Diskusi Pangilun, Diskusi Pekanan Perhimpunan Keluarga Besar PII Sumbar, dengan Ketua umumnya H. Elyunus, SH, M.Kn. Dan, Moderatornya, Jen Zuldi, yang juga Direktur Eksekutif CARE Indonesia serta host webinarnya, Nailus Saadah.(*)

Penulis: Emil Mahmud
Editor: Emil Mahmud
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved