Ini Persiapan KPU Sumbar Hadapi Sidang Sengketa Pilkada 2020, Gelar Rakor dengan Kabupaten Kota

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar sudah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi gugatan sengketa hasil Pilkada 2020.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Ketua KPU Sumbar Yanuk Sri Mulyani saat ditemui, Selasa (12/1/2021) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar sudah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi gugatan sengketa hasil Pilkada 2020.

Ketua KPU Sumbar Yanuk Sri Mulyani mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi (rakor) sebagai bentuk persiapan.

"Untuk rakor sekarang ini terkait dengan rakor penyelesaian sengketa perselisihan hasil pemilihan di MK, yang mana ini sudah merupakan rakor kedua kali," kata Yanuk Sri Mulyani, Selasa (12/1/2021).

Yanuk menambahkan, dalam rakor kali ini mengundang 11 kabupaten dan kota, dengan maksud fokus kepada pokok permohonan dari gugatan yang masuk ke MK.

Baca juga: Unggul Suara di Pilkada Indramayu, Lucky Hakim Siap Tinggalkan Dunia Entertain

Baca juga: Pemilihan Ketua RT dan RW di Padang Mirip Pilkada, Panitia Sediakan Surat Suara untuk Dicoblos

Baca juga: Ini Alasan Paslon Hendrajoni-Hamdanus Gugat Hasil Pilkada Pesisir Selatan ke MK

"Ada lima Paslon yang mengajukan permohonan ke MK di 5 kabupaten kota, sedangkan ada dua Paslon untuk pemilihan gubernur," terang Yanuk.

Selain itu dalam Rakor KPU juga mengundang kabupaten kota yang masuk ke dalam lokus permohonan untuk KPU Sumbar.

KPU Sumbar dan KPU 11 kabupaten dan kota, kata Yanuk, tengah mempersiapkan jawaban, daftar alat bukti hingga daftar saksi.

"Mereka 11 kabupaten kota kita minta untuk menyiapkan kronologi terkait apa yang dimohonkan dalam permohonan," tutur Yanuk. 

Yanuk menambahkan, gugatan di MK itu diketahui masuk ke Buku Register Perkara Konstitusi (BRPK) MK RI pada 18 Januari 2021. 

Baca juga: Batas Akhir Pengajuan Gugatan Pilkada ke MK untuk Pilkada 2020, Ini Jadwalnya

Baca juga: 7 Paslon di Pilkada Sumbar Ajukan Gugatan ke MK, KPU Siapkan Bukti hingga Saksi

Baca juga: KPU Sumbar Pelajari yang Jadi Keberatan Paslon NA-IC, Terkait Gugatan Hasil Pilkada ke MK

"Kalau teregister, KPU Sumbar dengan segala persiapan yang telah dilakukan dan dengan penyusunan baik itu kronologis dan alat bukti yang sudah dilakukan jauh-jauh hari, kita siap untuk mengikuti sidang di MK," tegas Yanuk.

Namun jika permohonan tidak teregister, meskipun KPU telah melakukan persiapan, hal itu menjadi pembelajaran bagi KPU.

Menurutnya, itu akan menjadi dokumentasi KPU bahwasanya dalam proses tahapan yang ada, sebelum melakukan penetapan calon terpilih, ada permohonan yang masuk.

"Jika permohonan itu tidak lanjut , ini menjadi dokumentasi buat kita, KPU," terang Yanuk. (*)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved