Breaking News:

Citizen Journalism

Pengabdian Kepada Masyarakat Prof Dr Herwandi MHum, Izin Pemakaian Motif Batik Karya Sendiri

PENGABDIAN kepada masyarakat atau PKM adalah salah satu unsur tri dharma perguruan tinggi, yang merupakan tugas pokok dosen di perguruan tinggi (PT).

ISTIMEWA/DOKUMPENTASI PROF DR HERWANDI MHUM
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat atau PKM, Prof Dr Herwandi, M.Hum bersama pihak pengusaha dan pengerajin batik tanah liek Kota Padang, di tempat workshop sentra produksi batik tanah liek Galeri Ayesha Collection di Marapalam Kota Padang, baru-baru ini. 

PENGABDIAN kepada masyarakat atau PKM adalah salah satu unsur tri dharma perguruan tinggi, yang merupakan tugas pokok dosen di perguruan tinggi (PT).

Tridharma PT terdiri dari pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan para dosen dengan semua tingkat jabatan yaitu; asisten ahli, lektor, lektor kepala dan profesor mempunyai tugas yang sama yaitu melaksanakan tridharma PT.

Pada Tahun 2020 ini ada serangkaian kegiatan PKM dilaksanakan Prof Dr Herwandi M.Hum. Pertama, adalah pemberian izin pemakaian motif batik kepada "Rumah Batik Minang di Panyakalan, Kabupaten Solok yang dilaksanakan tanggal 16 November 2020).

Baca juga: Dosen Fakultas Pertanian Unand Pengabdian Kepada Masyarakat, Bina dan Dampingi Usaha Hidroponik

Baca juga: 7 Mahasiswa Sejarah FIB Universitas Andalas Raih Herwandi Award 2019 saat Launching dan Kuliah Umum

Kegiatan penandatangan Nota Kesepahaman antara Pusat Pengembangan Batik dan Tenun LPPM Unand serta mewakili pengusaha dan pengerajin batik tanah liek Kota Padang, Muhammad Iqbal SS yang juga pemilik batik Tanah Liek Bundo Kandung, Jl Ratilangi Nomor 4, Padang, Provinsi Sumbar.
Kegiatan penandatangan Nota Kesepahaman antara Pusat Pengembangan Batik dan Tenun LPPM Unand serta yang mewakili pengusaha dan pengerajin batik tanah liek Kota Padang, Muhammad Iqbal SS baru-baru ini di Kota Padang, Provinsi Sumbatera Barat.(ISTIMEWA/DOKUMENTASI PROF DR HERWANDI, M.HUM)

Baca juga: TRIBUNWIKI : 42 Judul dan Tema Sertifikat HaKI Motif Batik Milik Dosen Unand, Prof Herwandi

Baca juga: Herwandi dan Fashbir Noor Sidin Dikukuhkan Jadi Guru Besar Arkeologi dan Ekonomi Perkotaan Unand

Di sentra produksi Rumah Batik Minang ini telah dilakukan penandatangan Nota kesepahaman dengan Pengelolanya bernama; Rasa Kardena Putri SE.

Kedua, kegiatan yang dilakukan dengan Kelompok Rumah Batik Nagari Tuo Pariangan pada tanggal 16 Desember 2020, di Ruma Batik Nagari Tuo Pariangan.

Lebih lanjut di Pariangan juga sudah ditandatangani Nota Kesepahaman dengan Pembina Kelompok Ramah Batik Nagari Tuo Pariangan, Irwan Malim Basa SPd, M.Pd, sebanyak 32 motif.

Kemudian, kegiatan selanjutnya dilaksanakan dengan para Pengerajin Batik Tanah Liek di Kota Padang pada tanggal 17 Desember 2020, bertempat di Galeri Ayesha collection di Marapalam, telah dilaksanakan juga penandatanganan Nota kesepahaman izin pemakaian motif batik sebanyak 36 buah.

Pada acara itu telah dihadiri oleh sejumlah pengusaha dan pengerajin batik tanah liek di Kota Padang. Mewakili Pengusaha dan pengerajin Nota kesepahaman dilakukan oleh Muhammad Iqbal SS.

Semua kegiatan itu itu berjuan untuk menambah gairah dunia industri kreatif batik di Sumatera Barat.

Alhasil, total motif batik berjumlah sebanyak 100 buah, yang semuanya memiliki sertifikat HaKI dari Kementerian Hukum dan Hak asasi manusia/HAM RI.

Adapun dalam rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat, disamping penandatangan nota kesepahaman, telah dilakukan pembinaan dan penyuluhan tentang filosofi seni Minangkabau, termasuk filosofi seni batik yang seharusnya masih memegang filososi:

Pertama, Adat basandi syarak-syarak basandi kitabullah, kedua, Alam takambang jadi guru, yang melarang untuk menggambar bentuk nyata dari makhluk hidup.

Ilustrasi: Satu motif batik
Ilustrasi: Satu motif batik baru, namanya Motif "Kecubung" (ISTIMEWA/DOKUMENTASI PROF DR HERWANDI M.HUM)

Oleh karenanya, batik Minang seharusnya menghindari penggambaran binatang dan makhluk hidup secara ril.

Pihaknya berharap kegiatan kali ini dapat mendorong untuk lebih bergairahnya Industri Kreatif di Sumatera Barat atau Sumbar.

Dengan demikian, pengusaha/pengerajin batik Minang setelah penandatanganan nota kesepahaman dengan LPPM Unand, melanjutkan izin pemakaian motif-motif batik Minang hasil karya/penelitian Guru Besar Sejarah Unand, Prof Herwandi.(Prof Dr Herwandi M Hum, Dosen dan Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)

Editor: Emil Mahmud
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved